TEROPONGNEWS.COM, BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan terus menunjukkan keseriusannya, dalam melaksanakan program perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Hal tersebut ditandai dengan budidaya tanaman hidroponik yang dilakukan oleh staf Dispersip Kalsel. Yang mana sebelumnya berhasil membudidayakan selada, kini Dispersip Kalsel mencoba membudidaya bayam merah secara hidroponik.
Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2017, inklusi sosial adalah, upaya menempatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal.
Tujuan inklusi sosial bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Bagaimana memanfaatkan sumber daya yang tersedia, untuk mencapai kestabilan ekonomi, sosial, dan budaya di dalam masyarakat.
Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, budidaya sayur hidroponik memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan, apalagi saat ini gaya hidup serta kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi pangan sehat meningkat.












