TEROPONGNEWS.COM, AMBON – Rangkaian Penyusunan Dokumen Rencana Kontigensi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Kota Ambon Tahun 2023 memasuki tahapan akhir, yakni sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan, yang berlangsung di Golden Palace Hotel, Kamis (24/8/2023). Kegiatan ini dibuka langsung oleh PJ Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena.
Dalam sambutannya Wattimena meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersinergi, untuk menyelamatkan warga dari bencana gempa bumi dan tsunami.
“Rencana kontigensi ini tidak berjalan, jika tidak didukung oleh OPD dengan baik. Kita semua berkepentingan, untuk menyelamatkan warga Kota Ambon, agar terhindar dari bencana gempa bumi maupun tsunami,” kata dia.
Sosialisasi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan penyusunan kontigensi bencana gempa bumi dan tsunami Kota Ambon tahun 2023, yang diinisiasi oleh Indonesia Disaster Resilience Initiatives (IDRIP) pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dari seluruh proses baik yang dilakukan BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Maluku, dan BPBD Kota Ambon, guna meningkatkan pemahaman bagi masyarakat tentang pentingnya upaya menyiapkan diri dan lingkungan, dalam menghadapi bencana yang terjadi,” ucap Wattimena.
Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, yakni unsur masyarakat, pengusaha, media, akademisi, dan pemerintah, yang telah mengambil bagian dalam proses penyusunan draft nol (23-25 Mei 2023), Finalisasi dan Semiloka (22 Agustus 2023), kemudian hari ini sosialisasi dokumen yang telah disusun.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan di daerah ini, yang disebut pentahelix agar saling berkolaborasi, guna meminimalisir dampak, teristimewa korban dari bencana alam gempa bumi, dan tsunami yang terjadi,” terangnya.
Wattimena berharap, melalui dokumen yang hari disosialisasikan dan disahkan ini, tentunya dapat dipahami oleh seluruh elemen masyarakat, guna melaksanakan tanggung jawab sesuai fungsi dan peran masing-masing.
“Saya berharap ini akan berdampak bagi kita semua. Minimal kita pahami apa yang kita tetapkan bersama, sepakati bersama, lewat panduan kontigensi ini, sehingga pada waktunya semua kita melakukan peran secara baik kepada Kota Ambon,” harap Wattimena.












