Pendapat Tentang Takbiran Menggunakan Petasan
Dewasa ini, seakan kurang utama jika dalam suatu perayaan tidak terdapat petasan atau kembang api. Selain perayaan tahun baru, takbiran menjadi salah satu momen yang lekat dengan petasan. Melansir , membakar kembang api (petasan) sebenarnya bukan berasal dari tradisi Islam. Namun, diadopsi dari budaya China abad ke-9, yang awalnya mereka biasa membakar tiga bahan racikan yakni, belerang, arang kayu, dan bubuk hitam.
Dalam pandangan Islam, penggunaan petasan pada perayaan akan dikembalikan pada kondisi pengguna dan sekitarnya. Karena akan berkaitan dengan hablumminannas atau hubungan sesama manusia.
Apabila kultur ini menjadikan tiap individu menjadi boros dan membelanjakan hartanya dengan berlebihan, maka yang demikian ini tidak akan mendapat ridho Allah Swt. Sebagaimana firman Allah swt surat Al-Isra’ ayat 27:
اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِ ۗوَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا
Artinya: “Janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”












