BeritaReligi

Lebaran Ketupat Dirayakan 7 April 2025, ini Makna dan Sejarahnya

×

Lebaran Ketupat Dirayakan 7 April 2025, ini Makna dan Sejarahnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi, Ketupat. Ist

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Lebaran Ketupat tahun ini akan jatuh pada Senin, 7 April 2025. Hal ini berdasarkan hasil sidang isbat, Kementerian Agama yang  menetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Lebaran Ketupat dirayakan setiap hari kedelapan (ke-8) pada bulan Syawal, setelah melaksanakan puasa Syawal.

Lebaran Ketupat merupakan tradisi masyarakat Muslim, terutama di Jawa dan Lombok dan dirayakan  setiap seminggu setelah Lebaran atau tanggal 8 Syawal . Perayaan ini identik dengan sajian ketupat.

Dirangkum dari berbagai sumber. Sejarah tradisi Lebaran Ketupat erat hubungannya dengan salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Kalijaga. Masyarakat Jawa percaya bahwa Sunan Kalijaga adalah sosok yang pertama kali memperkenalkan ketupat.

Budayawan Zastrouw Al-Ngatawi menjelaskan bahwa tradisi kupatan sudah ada sejak masa Wali Songo. Saat itu, para wali memanfaatkan tradisi slametan yang telah lama berkembang di masyarakat Nusantara sebagai bagian dari dakwah Islam.

Melalui tradisi tersebut, Wali Songo mengenalkan ajaran Islam tentang cara bersyukur kepada Allah SWT. Selain itu, kupatan juga menjadi sarana untuk mendorong umat Islam bersedekah dan mempererat tali silaturahmi di hari lebaran.

Saat Lebaran Ketupat, biasanya masyarakat membuat dan menyajikan ketupat lengkap dengan sayur, sambal goreng, dan bubuk kedelai. Makanan-makanan itu disajikan tidak hanya di rumah, tetapi terkadang juga di halaman rumah warga.

Dalam filosofi masyarakat Jawa, ketupat biasanya disebut sebagai kupat. Beberapa kalangan meyakini, bahwa istilah kupat ini memiliki arti “ngaku lepat” atau merasa/mengaku bersalah atas dosa-dosa kepada Allah Swt.

Kupat juga bisa diartikan dengan laku papat, yang berarti empat perbuatan, baik lahir maupun batin. Laku papat berdasarkan lahir ialah takbir, zakat, Sholat Ied, dan silaturahmi. Adapun berdasarkan batin, terdapat empat istilah yaitu lebaran, luberan, leburan, dan laburan.

Filosofi kupat juga melekat pada janur, yang dijadikan bahan utama membuat ketupat. Janur itu diyakini merupakan singkatan dari jatining nur atau cahaya sejati.

Ketupat merupakan janur berbentuk persegi empat. Di masyarkat Jawa ada filosofi kiblat papat limo pancer. Empat penjuru, yang kelima poros. Bahwa manusia hidup berputar dan bergerak ke mana pun, diharapkan tidak lupa pada poros yang di tengah yaitu Allah Swt. Ketupat dianyam yang merupakan simbol kerekatan sosial yang harus saling mendukung.

 



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!