BeritaKesehatanReligi

Ada Empat Penyakit Incar Jemaah Haji, Apa Saja?

×

Ada Empat Penyakit Incar Jemaah Haji, Apa Saja?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Orang Terserang Virus dalam Tubuh./(Foto: The Healthy Belly)

TEROPONGNEWS, MADINAH – Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) meminta jemaah haji waspada terhadap sejumlah penyakit yang menyerang.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan PPIH dr Mohammad Imran, MKM di kantornya dari rilis yang diterima, Kamis, (22/5/2025).

dr Mohammad Imran menerangkan dari catatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di dua Provinsi di Arab Saudi tersebut ditemukan sedikitnya 25.189 pasien dari jemaah haji di rumah sakit yang masih berobat jalan sampai pada 19 Mei 2025 lalu.

Adapun keempat kasus penyakit terbanyak adalah ISPA, hipertensi, dan myalgia juga diabetes. Sementara untuk pelayanan rujukan ke RS Arab Saudi (RSAS) terdokumentasi sebanyak 302 jemaah yang dirawat inap dengan tiga kasus terbanyak adalah pneumonia, hipertensi, dan diabetes.

“Untuk data pasien dari jemaah haji baik di Mekkah atau Madinah per 19 Mei 2025 kemarin berjumlah 25.189 untuk beberapa penyakit terbanyak,  yaitu ISPA, hipertensi dan Myalgia dan diabetes,” kata dr Mohammad Imran.

Oleh karena itu, PPIH menekankan kepada jemaah untuk selalu memantau kondisi tubuhnya. Jangan sampai memaksakan diri dalam beraktivitas, terutama di bawah terik matahari.

Selain itu panduan protokoler tetap untuk menggunakan masker, banyak minum, cuci tangan sebelum makan, dan mandi setelah beraktivitas di luar ruangan.

“Gunakan masker saat berada di luar ruangan dan keramaian. Istirahat yang cukup dan segera melaporkan serta memeriksakan diri ke petugas kesehatan haji maupun pos kesehatan yang ada jika merasa tidak sehat adalah kunci,” ujar dr Imran.

Kabid Kesehatan tersebut juga menyarankan agar jemaah minum air secara teratur meskipun tidak merasa haus.

“Dehidrasi bisa datang dengan cepat dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius. Bawa selalu botol air minum dan isi ulang sesering mungkin,” ucapnya.

Untuk diketahui, Tim Sanitasi dan Pengamanan Pangan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) suhu udara di Mekkah dan Madinah capai kisaran 41 – 45 derajat celsius.

Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi terasa semakin panas dengan kelembaban udara yang rendah di bawah 30 persen.

Kondisi ini nyatanya dapat berdampak kepada permasalahan kesehatan jemaah haji.

Di antaranya dehidrasi dan kelelahan yang dapat memicu kejadian akut penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gagal jantung dan penyakit paru kronis.

dr Imran juga mengimbau pada petugas kesehatan haji untuk terus mengingatkan jemaah menjaga kondisi tubuh secara optimal, memastikan asupan cairan yang cukup selama berada di Tanah Suci.

Ia pun menjelaskan bahwa cuaca panas dapat dengan cepat memicu masalah kesehatan akut seperti heatstroke, dehidrasi berat, dan kelelahan ekstrem.

“Di tengah tantangan cuaca ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu tinggi dan potensi dehidrasi, kami meminta para jemaah haji Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kondisi kesehatan akut, maupun memperburuk penyakit kronis yang sudah ada,” pungkas Kepala Bidang Kesehatan (Kabid) PPIH tersebut.



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!