TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah memberikan rekomendasi kepada Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong untuk membuka Fakultas Kedokteran.
Rekomendasi yang telah ditandatangani oleh Menteri Kesehatan RI tersebut diserahkan oleh Direktur Penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Kesehatan RI, Anna Kurniati kepada Rektor Unimuda Sorong, Rustamadji disaksikan langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu.
Penyerahan rekomendasi tersebut berlangsung di Gedung Pasca Sarjana Unimuda Sorong, Kamis (22/5/2025) dalam acara visitasi pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Unimuda Sorong.
Anna Kurniati yang mewakili Kementerian Kesehatan RI mengaku bahwa secara keseluruhan di Seluruh Indonesia masih kekurangan dokter.
Anna Kurniati sampaikan, data BPS tahun 2025 mencatat penduduk Indonesia sudah mencapai 284 Juta jiwa dan menjadi salah satu negara dengan populasi penduduk paling banyak di dunia.
“Ini sebenarnya merupakan satu potensi yang besar, tetapi sekaligus menjadi tantang, karena dengan penduduk yang demikian banyak kita juga akan dihadapkan dengan masalah-masalah kesehatan,” kata Anna Kurniati memaparkan.
Data yang ada di Kementerian Kesehatan ,lanjut dia, tenaga dokter di Indonesia sekarang berjumlah 179.000 dokter.
Ketersediaan dokter saat ini belum sesuai dengan dengan rasio yang dibutuhkan. Dimana standar rasio tenaga dokter yang dibutuhkan 1 banding 1.000. 1 dokter menangani 1.000 orang.
“Kalau kita mau mencapai rasio 1 banding 1.000, maka kita membutuhkan 284.000 dokter. Artinya kita masih kekurangan 100.000 dokter, ” kata Anna Kurniati memaparkan.
Kemudian kondisi Puskesmas yang ada di seluruh Indonesia masih banyak yang tidak memiliki tenaga dokter. Kalaupun ada biasanya, terpusat di Puskesmas yang ada di daerah perkotaan atau padat penduduk.
Kondisi ini, sambung Anna Kurniati, menjadi dasar, sehingga Kementerian Kesehatan mengajukan agar Kementerian Pendidikan , Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI pada tahun 2022 untuk mencabut Moratorium pembukaan program studi Kedokteran yang telah berlangsung dari tahun 2016.
Pencabutan moratorium itu disahkan melalui Kepmendikbud-Ristek Nomor 471/P/2022. Jadi kita juga bersyukur dengan moratorium yang sudah dicabut itu artinya kita sudah bisa membuka dan menambah kembali produksi tenaga dokter, ” tuturnya.
Anna Kurniati turut memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Unimuda Sorong. Sebab bukan hanya membuka program studi Kedokteran saja, tetapi telah menyiapkan pula RS PKU Muhammadiyah Unimuda Sorong yang nanti bakal menjadi tempat praktek calon dokter yang didik di Unimuda Sorong.
Apresiasi dan dukungan pun turut diberikan oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu. Gubernur Elisa mengaku sangat bersyukur peristiwa di bukanya Fakultas Kedokteran di Papua Barat Daya terjadi saat dirinya menjabat sebagai Gubernur Papua Barat Daya.
“Ini semua bisa terjadi, karena berkat Tuhan, ” ujar Gubernur Elisa Kambu.
Dengan dibukanya Fakultas Kedokteran, kata Gubernur Elisa, tentu akan membuat anak – anak asli Papua yang menjadi dokter sudah pasti bertambah.
Gubernur Elisa Kambu sendiri mengakui bahwa memang benar, masih banyak Puskesmas di kabupaten dan kota yang berada di Wilayah Provinsi Papua Barat Daya yang belum ada dokternya.
“Untuk RS Pemerintah di luar kabupaten Sorong dan Kota Sorong masih kekurangan dokter spesialis. Kita ingin setiap RS Pemerintah memiliki minimal 4 – 7 dokter spesialis, ” ucap Gubernur Elisa Kambu.
Dan kedatangan Direktur Penyediaan SDM Kementerian Kesehatan RI ini, kata Gubernur Elisa Kambu membawa berkah bagi masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya. Dimana selain membawa rekomendasi buat Unimuda Sorong membuka program studi Kedokteran Fakultas Kedokteran.
“Selain ini kami juga ingin meminta waktu untuk bisa berdiskusi untuk bisa menjawab kekurangan dokter spesialis di empat RS Pemerintah yang ada di empat kabupaten di Papua Barat Daya, ” tutur Gubernur Elisa Kambu sembari menyampaikan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya tentu sangat mendukung penuh dengan dibukanya, Prodi Kedoktean Fakultas Kedokteran Unimuda Sorong.
Rektor Unimuda Sorong, Dr. Rustamadji sangat optimis Unimuda Sorong terus memberikan banyak manfaat bagi Tanah Papua.
“Saya sudah berkeliling di beberapa kampus di seluruh Indonesia. Tidak semua Fakultas Kedokteran memiliki Rumah Sakit, ” ujar Rustamadji.
Rustamadji pun berkeyakinan bahwa Unimuda Sorong mampu mencetak anak – anak Asli Papua yang mau menjadi dokter.
“Kami akan mempersiapkan anak – anak asli Papua yang punya tekad dan keinginan kuat untuk bisa memenuhi syarat dari standar yang dibutuhkan guna bisa masuk Fakultas Kedokteran. Kami akan membimbing mereka sehingga bisa memenuhi standar yang ditentukan, ” kata Rustamadji.












