Berita

Letkol Harry Ismail: Prajurit Humanis dari Timur, Kini Menjaga Jantung Ibu Kota

×

Letkol Harry Ismail: Prajurit Humanis dari Timur, Kini Menjaga Jantung Ibu Kota

Sebarkan artikel ini

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Letkol Infanteri Harry Ismail bukanlah nama baru di lingkungan TNI AD. Lulusan Akademi Militer tahun 2002 ini dikenal sebagai sosok prajurit yang tenang, dekat dengan rakyat, dan memiliki pendekatan humanis dalam setiap langkah pengabdiannya.

Per 26 April 2025, ia resmi menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0501/JP Jakarta Pusat, menggantikan Kolonel Inf Bangun I.E. Siregar. Kodim yang dipimpinnya saat ini merupakan salah satu satuan teritorial strategis yang berada di jantung pemerintahan dan pusat kegiatan nasional. Tugas dan tanggung jawab besar pun kini berada di pundaknya.

Namun, sebelum menapakkan kaki di ibu kota, Letkol Harry lebih dahulu menempuh jalan sunyi pengabdian di ujung timur Indonesia. Ia menjabat sebagai Komandan Kodim 1809/Maybrat, Papua Barat – wilayah yang tidak hanya menantang dari sisi geografis, tetapi juga menuntut sensitivitas sosial dan budaya yang tinggi.

“Saya belajar banyak dari masyarakat Papua. Tentang ketulusan, tentang bertahan hidup di tengah keterbatasan, dan tentang makna pengabdian yang sejati,” ujarnya dalam percakapan santai usai serah terima jabatan di Makodim Jakarta Pusat.

Di Maybrat, Letkol Harry dikenal bukan hanya sebagai komandan, tetapi sebagai sahabat warga. Ia rajin turun langsung ke kampung-kampung, berdialog dengan tokoh adat, membantu kegiatan pendidikan dan kesehatan, hingga menjadi pelindung dalam penyelesaian konflik sosial. Ia lebih suka mendengar daripada memerintah, lebih memilih merangkul daripada menekan.

Kini, di wilayah yang sangat kontras—Jakarta Pusat—ia menghadapi tantangan baru. Penduduk yang padat, beragam latar belakang sosial, serta dinamika keamanan yang cepat berubah, menjadi medan tugas yang menuntut kecepatan, ketegasan, sekaligus empati.

Namun, Letkol Harry tak gentar. Ia datang dengan pendekatan khasnya: membangun komunikasi aktif dengan tokoh masyarakat, bersinergi dengan pemerintah daerah, serta menjadikan prajurit Kodim sebagai mitra warga, bukan sekadar aparat.

“Di mana pun bertugas, prinsip saya sama: TNI harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pelaksana tugas,” katanya mantap.

Rekan-rekan seangkatannya di Akmil 2002 mengenal Letkol Harry sebagai pribadi yang sederhana namun tegas. Ia jarang tampil mencolok, tetapi selalu hadir di saat dibutuhkan. Kepemimpinannya dibentuk dari pengalaman lapangan, bukan teori semata.

Bagi Letkol Harry, jabatan adalah amanah, dan Jakarta Pusat adalah babak baru dalam perjalanan panjang pengabdian. Dengan latar belakang yang kuat dari timur Indonesia, ia membawa misi yang sama: menjaga ketertiban, merawat persatuan, dan menjadikan tentara sebagai kekuatan yang melindungi rakyat, bukan ditakuti.

Dan kini, saat lampu-lampu kota mulai menyala dan lalu lintas Jakarta kembali padat setiap malam, Letkol Harry Ismail bersiap menjaga denyut nadi ibu kota — dalam diam, dalam disiplin, dan dalam cinta pada negeri.



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!