Nasional

Polemik Ijazah Palsu Jokowi Disinyalir Menutupi Kasus Kepentingan Oknum Tertentu

×

Polemik Ijazah Palsu Jokowi Disinyalir Menutupi Kasus Kepentingan Oknum Tertentu

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA 45) Jakarta Dr Rudyono Darsono dalam podcast di YouTube UTA Biacara pada, Sabtu (10/5/2025). (Foto: Tangkapan layar YouTube UTA Bicara)

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Kasus dugaan ijazah palsu yang menimpa mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) disinyalir menutupi kasus-kasus untuk kepentingan oknum-oknum tertentu. Menurut dia, skenario yang dibuat untuk ramai jadi konsumsi khalayak, sehingga publik lupa terhadap kasus-kasus lainnya.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA 45) Jakarta, Dr Rudyono Darsono dalam podcast di YouTube UTA Biacara pada beberapa waktu lalu.

“Ingin ditutup-tutupi untuk kepentingan-kepentingan oknum tertentu supaya kasusnya ini, terus ini yang diramaikan, kasus yang lain ini dilupakan, dilupakan atau berhenti,” kata Rudiyono.

Selain itu, ungkap Rudiyono, hal tersebut juga menjadi salah satu upaya dalam membungkam para aktivis yang selama ini mengecam kebijakan-kebijakan pada era Jokowi.

“Jadi banyak hal kenapa kegaduhan-kegaduhan ini, keributan ini tetap dipelihara. Ini enggak bisa, enggak bisa kita bilang ini salahnya teman-teman Roy Suryo membuat kegaduhan, enggak ya,” ungkap dia.

Diketahui, puluhan orang yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ke Fakultas Kehutanan UGM guna meminta klarifikasi soal dugaan ijazah palsu Jokowi, pada Selasa (15/4/2025) pagi.

Pimpinan UGM menerima 3 orang perwakilan TPAU yakni Roy Suryo, Tifauzi, dan Rismon Hasiholan guna beraudiensi. Menurutnya, Jokowi tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan lulus pada 5 November 1985.

UGM mempersilakan pihak-pihak yang meragukan keabsahan ijazah Jokowi menempuh jalur hukum. Jika perkara bergulir ke pengadilan, pihak kampus siap hadir dan menunjukkan dokumen secara terbuka.

Oleh sebab itu, Rudiyono menegaskan, kasus dugaan ijazah palsu Jokowi memang sengaja dipelihara agar kegaduhan tidak berhenti. Sehingga tetap ramai dan publik pun bakal menduga-duga terkait kebenaran ijazah Jokowi.

“Jadi tetap ramai gitu ya. Ya, enggak ada yang bisa disalahin, enggak ada yang bisa dibenarin juga. Situasi seperti ini pasti ada suatu rencana yang kita sendiri enggak pernah tahu kan,” kata dia memungkasi. ***



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!