Megapolitan

Polisi Tertibkan 14 Atribut Ormas di Jakarta Timur

×

Polisi Tertibkan 14 Atribut Ormas di Jakarta Timur

Sebarkan artikel ini
Polres Metro Jakarta Timur menggelar kegiatan Operasi Brantas Jaya 2025, Minggu (11/5/2025). (Foto: Instagram/@polresmetrojaktim)

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Polres Metro Jakarta Timur menggelar kegiatan penertiban dan penurunan atribut organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terpasang di sepanjang jalan raya dan area publik, sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Brantas Jaya 2025, Minggu (11/5/2025) sore.

Operasi dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan mencegah potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur.

Apel pengamanan dipimpin oleh Kabag Ops Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Rahmat Eko Mulyadi, S.Sos., M.H., dan didampingi oleh AKBP Ruslan, S.Sos. selaku Pamenwas. Sebanyak 52 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP dilibatkan dalam operasi ini.

“Penertiban ini kita lakukan sesuai dengan arahan pimpinan untuk menjaga netralitas ruang publik. Atribut yang dipasang sembarangan bisa memicu konflik sosial atau kesan dominasi kelompok tertentu. Ini langkah preventif demi ketertiban dan keamanan bersama,” ujar AKBP Rahmat Eko Mulyadi dalam keterangannya dikutip, Selasa (13/5/2025).

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menyisir beberapa titik yang selama ini menjadi lokasi pemasangan bendera ormas, di antaranya:

• Depan Masjid Nurul Ihsan, Jl. Raya Cipinang Jaya;
• Depan SPBU Cipinang Jaya;
• Depan Stasiun Jatinegara, Jl. Bekasi Timur;
• Sepanjang Jalan Raya Jatinegara Timur.

Hasilnya, sebanyak 14 bendera ormas ditertibkan, terdiri dari 10 bendera Forum Betawi Rempug (FBR) dan 4 bendera Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya). Penertiban berjalan dengan aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly dalam keterangannya menyampaikan, kegiatan itu merupakan bagian dari strategi Polri dalam menciptakan ruang publik yang bersih dari simbol-simbol yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

“Kami berkomitmen menciptakan Jakarta Timur yang tertib, aman, dan inklusif bagi seluruh warga. Tidak boleh ada simbol ormas yang mengintimidasi atau menciptakan kesan penguasaan wilayah. Penertiban ini juga bentuk netralitas negara terhadap semua kelompok. Kami lakukan ini secara tegas namun tetap humanis,” tegas Kombes Pol Nicolas.

Operasi yang berakhir pukul 18.50 WIB ini turut diikuti oleh pejabat utama Polres Metro Jakarta Timur, termasuk Kasat Reskrim AKBP Dr. Armunanto Hutahaean, Kasat Samapta Kompol Doni Widodo, Wakasat Intelkam AKP Heru Sugiarto, serta anggota TNI dan Satpol PP.

Polres Metro Jakarta Timur memastikan operasi serupa akan terus dilakukan secara rutin untuk menjaga suasana aman dan harmonis di tengah masyarakat. ***



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!