DaerahNasional

Plt Pengurus PWI Depok Siapkan Panpel Konferwil, Demokrasi Organisasi Dimulai

×

Plt Pengurus PWI Depok Siapkan Panpel Konferwil, Demokrasi Organisasi Dimulai

Sebarkan artikel ini
Prosesi pelantikan Joko Warihnyo menjadi Plt Ketua PWI Depok di Indramayu, akhir pekan lalu. (Foto: Dok TN)

TEROPONGNEWS.COM, DEPOK – Setelah  dikukuhkan oleh Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry CH Bangun, Plt Pengurus PWI Kota Depok langsung menyiapkan panitia pelaksana (panpel) Konferensi Wilayah (Konferwil). Proses demokrasi ini sebagai langkah awal menuju pemilihan Ketua PWI Kota Depok masa bakti 2025–2028.

“Dalam waktu dekat ini Plt Pengurus dan anggota PWI Kota Depok akan mengadakan rapat pembentukan panitia pelaksana Konferensi PWI Kota Depok,” ujar Plt Ketua PWI Kota Depok Joko Warihnyo kepada wartawan, Selasa (17/6/2025).

Menurut Joko, agenda konferensi ini bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi sebuah proses demokratis yang akan menentukan arah dan masa depan PWI Kota Depok dalam tiga tahun ke depan.

Joko Warihnyo menjelaskan bahwa amanat untuk menggelar konferensi berasal dari PWI Pusat. Dalam Surat Keputusan yang diterimanya, Hendry CH Bangun selaku Ketua Umum PWI Pusat memberikan waktu maksimal enam bulan bagi Plt PWI Kota Depok untuk melaksanakan konferensi secara sah dan terbuka.

“Kita diberi batas waktu maksimal 6 bulan untuk menggelar Konferensi PWI Kota Depok. Atas instruksi tersebut, kita segera membentuk kepanitiaan agar proses berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan,” jelasnya.

Langkah ini, kata Joko, adalah bentuk komitmen organisasi untuk menjaga profesionalisme, keterbukaan, serta menegakkan prinsip tata kelola yang sesuai dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI.

Lebih dari sekadar acara resmi, konferensi ini akan menjadi momen penting bagi wartawan anggota PWI di Depok. Forum tertinggi tingkat kota ini akan memilih Ketua PWI Kota Depok periode 2025–2028 yang diharapkan mampu membawa organisasi lebih solid, profesional, dan berdampak positif bagi ekosistem pers lokal.

“Konferensi ini bukan ajang seremonial. Ini adalah momen penting bagi anggota PWI untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan,” ujar Joko.

Ia menambahkan, siapa pun yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua harus memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam PD/PRT PWI. Beberapa syarat utama antara lain memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Biasa minimal satu tahun, serta telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) minimal jenjang Wartawan Madya.

“Syarat untuk menjadi calon Ketua PWI Kota Depok adalah sudah memiliki KTA Biasa minimal 1 tahun, dan UKW-nya minimal Wartawan Madya,” terang Joko.

Joko menyebutkan bahwa tahapan awal adalah pembentukan panitia pelaksana konferensi yang akan memegang peran sentral dalam menyiapkan keseluruhan proses. Panitia ini nantinya bertugas menyusun jadwal, menyiapkan logistik, memverifikasi peserta, hingga memastikan pelaksanaan pemilihan berlangsung secara demokratis, jujur, dan transparan.

“Kita berharap rapat pembentukan panitia ini bisa berjalan dengan baik. Setelah terbentuk, panitia langsung bekerja menyiapkan seluruh kebutuhan konferensi, termasuk komunikasi publik dan teknis pelaksanaan,” ujar Joko dengan optimisme.

Seiring dengan digulirkannya agenda konferensi, atmosfer baru pun mulai terasa di lingkungan wartawan Kota Depok. Hingga pertengahan Juni, tercatat hampir 15 jurnalis dari berbagai media mengajukan permohonan untuk bergabung sebagai anggota PWI Kota Depok.

Namun, Joko menegaskan bahwa setiap pengajuan akan melewati prosedur seleksi ketat sesuai regulasi PWI. Hal ini penting untuk menjaga integritas organisasi dan memastikan hanya wartawan profesional yang terverifikasi yang bisa menjadi bagian dari PWI.

“Tentunya kami sangat hati-hati dalam menyeleksi para wartawan yang ingin masuk ke PWI Depok. Semua harus melalui aturan yang sudah ditetapkan organisasi, termasuk verifikasi administrasi dan komitmen terhadap kode etik jurnalistik,” ujar Joko.

Dengan bergulirnya proses persiapan konferensi, PWI Kota Depok kini memasuki fase baru yang dinilai sangat penting untuk memulihkan dan memperkuat struktur organisasi. Joko berharap momentum ini menjadi titik balik dalam membangun organisasi yang kuat, independen, dan mampu merespons tantangan zaman dengan bijak.

“Ini bukan hanya soal siapa yang menjadi ketua, tapi bagaimana kita bersama-sama membangun organisasi wartawan yang bermartabat, berintegritas, dan benar-benar hadir untuk kepentingan pers dan publik,” pungkas Joko Warihnyo. ****



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!