Orideko Burdam menegaskan bahwa penyaluran dana kampung langsung ke masyarakat bukan sekedar seremonial atau untuk berfoto-foto semata. Tetapi tujuan utama penyaluran dana kampung menjadi bukti bahwa Pemerintah harus berdiri di depan rakyatnya.
“Penyaluran Dana Kampung langsung ke kampung bukan untuk seremoni, bukan untuk berfoto, tetapi untuk mengantarkan langsung dana kampung ke tangan masyarakat. Di hadapan rakyat, kami berdiri tanpa sekat, tanpa jarak. Kenapa? Karena kami ingin rakyat tahu, bahwa setiap rupiah dari negara harus sampai dan terasa manfaatnya,” tegas Bupati Orideko Burdam.
Bupati Raja Ampat periode 2025-2030 ini tidak menginginkan satu rupiah pun dari dana kampung yang menguap tanpa membawa perubahan nyata di Kampung.
“Tidak boleh ada satu sen pun yang menguap tanpa membawa perubahan,” katanya.

Untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat, Pemerintah tidak hanya duduk di balik meja, karena pelayanan publik yang baik dan menyentuh masyarakat adalah dengan turun langsung dan bertemu dengan masyarakat dengan begitu, diharapkan dapat menjawab harapan masyarakat yang selama ini menunggu jawaban.






