TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr Fadli Zoon, M.Sc secara resmi membuka Festival Jejak Raja Tahun 2025 di Pantai WTC Raja Ampat, Jumat (29/8/2025).
Kedatangan Dr Fadli Zoon dan rombongan ke Raja Ampat didampingi Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau dan jajarannya, Pembukaan Festival Jejak Raja juga dihadiri Wakil Bupati Raja Ampat, Drs Mansyur Syahdan, M.Si, Sekretaris Daerah Dr Yusup Salim, M.Si dan Forkompinda setempat.
Sebagai tuan rumah Festival Jejak Raja Tahun 2025, Sekretaris Daerah Dr Yusup Salim mewakili Bupati Raja Ampat menyampaikan ucapan selamat datang kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr Fadli Zoon, M.Sc dan rombongan dan juga kepada Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat dan jajarannya.
Dr Yusup Salim pada kesempatan itu mengatakan Pembukaan Festival Jejak Raja yang dilaksanakan di Pantai WTC, Jumat (29/8/2025) merupakan momentum istimewa bagi Kabupaten Raja Ampat karena kedatangan tamu terhormat, Menteri Kebudayaan RI, Dr Fadli Zoon, M.Sc.
Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat, kunjungan kerja Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zoon memiliki makna yang sangat berharga bagi Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kabupaten Raja Ampat.
“Kehadiran Bapak tidak hanya sebagai representasi Pemerintah Pusat tetapi juga sebagai wujud kepedulian nyata negara terhadap pelestarian dan penyeimbangan warisan budaya di ujung timur Indonesia,” ucap Dr Yusup Salim.
Dijelaskan Dr Yusup Salim, Raja Ampat memiliki sejarah panjang dan kaya akan tradisi secara turun-temurun di empat pulau besar yang dari 2.984 Pulau yaitu Pulau Waigeo, Pulau Batanta, Pulau Salawati dan Pulau Misool, Ia menyebut masing-masing pulau memiliki keunikan budaya dan kearifan lokal yang sangat berharga.
“Dari sini kita ukir sejarah tradisional, tarian adat hingga filosofi hidup yang menjunjung tinggi kelestarian alam semuanya merupakan budaya yang patut di jaga dan dilestarikan,” katanya.
Pembukaan Festival Budaya Raja Ampat bertajuk “Jejak Raja,” ini bukan hanya sekedar pertunjukan seni dan budaya melainkan sebuah upaya kompherenship untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan seni budaya serta kearifan lokal masyarakat Raja Ampat.
Melalui Festival Jejak Raja Tahun 2025 diharapkan dapat mengangkat budaya lokal sekaligus meningkatkan potensi wisata budaya Raja Ampat di mata dunia.
“Potensi Wisata Raja Ampat memang telah dikenal oleh Dunia, terutama dalam sektor wisata Bahari, namun kami menyadari bahwa kekayaan budaya kami belum tergali secara optimal,” jelas Dr Yusup Salim.

Melalui Festival Jejak Raja ini, Pemda Raja Ampat diharapkan dapat memperkenalkan dimensi baru Pariwisata Raja Ampat yakni Wisata Budaya. “Kami yakin bahwa perpaduan antara keindahan dan kekayaan budaya akan menciptakan daya tarik wisata yang unit dan tak ternilai,” Ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Raja Ampat mengatakan konsep wisata yang di kembangkan tidak hanya bertujuan untuk menarik wisatawan tetapi juga untuk memberdayakan ekonomi masyarakat lokal, para seniman, pengrajin dan pelaku budaya akan mendapat kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan karya mereka sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Pemerintah Daerah berkomitmen untuk menjaga budaya dalam setiap pengembangan yang dilakukan. Prinsip mengglobal namun tetap lokal menjadi pedoman Pemerintah Daerah dalam memperkenalkan budaya Raja Ampat ke dunia internasional tanpa kehilangan identitas aslinya.
Lebih lanjut, kata Dr Yusup Salim Festival Jejak Raja yang dilaksanakan di Raja Ampat mempersatukan seluruh budaya paling tidak di Papua Barat Daya. Ia menjelaskan Festival Jejak Raja Tahun 2025 diikuti oleh peserta dari Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Maybrat, Kabupaten Sorong dan Kota Sorong dan Kabupaten lainnya di Papua Barat Daya termasuk Raja Ampat sebagai tuan rumah.
Dalam rangka kunjungan kerja Menteri Kebudayaan Republik Indonesia di Kabupaten Raja Ampat, Pemerintah Daerah mempersembahkan program inovatif Launching pangan murah yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Raja Ampat.
“Program ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Daerah dalam menjamin ketahanan pangan masyarakat dengan harga yang terjangkau sekaligus mendukung perekonomian rakyat,” beber Dr Yusup Salim.
Mewakili Bupati Raja Ampat, Dr Yusup Salim berharap adanya perhatian dari Pemerintah Pusat untuk bersama-sama dengan Pemerintah Daerah menjaga warisan dunia yang tidak ternilai ini. Untuk itu, kami minta perhatian khusus dari Menteri Kebudayaan RI agar Raja Ampat tetap terjaga, tetap lestari seperti yang diwariskan oleh nenek moyang terdahulu.
Melalui kunjungan ini juga, Pemerintah Daerah berharap akan terjalin kerjasama yang lebih erat antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam bidang kebudayaan terutama menyatukan seluruh warga Papua dan seluruh budaya Papua di atas tanah ini.
“Mari kita sama-sama membangun kebudayaan yang akan memperkaya kebudayaan Nusantara,” ucapnya.
Beberapa program yang diharapkan dapat diwujudkan bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah antara lain pembangunan rumah budaya Raja Ampat sebagai pusat dokumentasi dan pengembangan seni budaya, program beasiswa bagi generasi muda dalam bidang seni dan budaya
“Kami juga mengharapkan dukungan dalam hal promosi wisata budaya Raja Ampat di tingkat nasional maupun internasional sehingga keunikan budaya kami dapat dikenal lebih luas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” tutup Sekretaris Daerah Kabupaten Raja Ampat.






