Berita

Penggunaan AI untuk Desain Proposal Marketing Bisnis Pers Jadi Sorotan Dewan Pers

×

Penggunaan AI untuk Desain Proposal Marketing Bisnis Pers Jadi Sorotan Dewan Pers

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Dewan Pers periode 2025–2028, Totok Suryanto, membuka kegiatan pelatihan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), di Hall Dewan Pers. (Foto:Ist)

TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Pers periode 2025–2028, Totok Suryanto, secara resmi membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung desain proposal marketing di industri media pers.

Acara ini digelar di Hall Dewan Pers, Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih No. 32–34, Jakarta, mengundang perwakilan media pers, praktisi desain media pers, hingga pelaku industri kreatif yang bergerak di sektor media massa.

Dalam sambutannya, Totok Suryanto menegaskan bahwa kemajuan teknologi, khususnya AI, menjadi peluang besar bagi perusahaan media untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik proposal marketing. AI, menurutnya, bukan hanya mempercepat proses desain, tetapi juga menghadirkan inovasi kreatif yang relevan dengan kebutuhan bisnis pers di era digital.

“Media perlu memanfaatkan teknologi AI untuk menghasilkan desain proposal yang lebih menarik, efektif, dan mampu bersaing di pasar. Dengan AI, proses kreatif menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga redaksi dan tim marketing dapat lebih fokus pada strategi bisnis,” ujar Totok.

Acara ini diikuti oleh 50 peserta yang hadir langsung di lokasi dan 50 peserta lainnya dari perusahaan media pers yang bergabung secara daring melalui Zoom Meeting. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah Jabodetabek menunjukkan tingginya minat pelaku industri media terhadap pemanfaatan AI dalam memperkuat strategi pemasaran dan pengembangan bisnis.

Sesi pertama dibawakan oleh Dahlan Dahi, Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers. Dahlan, yang dikenal sebagai tokoh media dengan pengalaman panjang di bidang transformasi digital, memaparkan materi berjudul “AI & Masa Depan Bisnis Pers”. Ia menekankan bahwa AI mampu mempercepat proses pemenuhan kebutuhan bisnis media, mulai dari pengolahan data, penyusunan materi promosi, hingga desain proposal yang profesional.

Sesi kedua menghadirkan Dian Gemiano, Ketua Umum Indonesia Digital Association (IDA) dan profesional berpengalaman di bidang pemasaran digital. Dalam presentasinya bertajuk “Best Practices Penggunaan AI untuk Riset, Inovasi Peluang, dan Produk Bisnis Pers”, Dian memberikan contoh nyata pemanfaatan AI untuk riset pasar, pengembangan produk media, dan penciptaan peluang bisnis baru. Ia juga membagikan tips memilih platform AI yang tepat, teknik pengolahan visual, serta strategi penyajian konten yang persuasif dan tepat sasaran.

Dian Gemiano, Ketua Umum Indonesia Digital Association (IDA), mengisi materi “Best practices pengunaan AI untuk riset inovasi peluang dan produk bisnis pers di acara Dewan Pers. (Foto:Ist)

Sesi terakhir diisi oleh Ramya Prajna S., Konsultan Digital & Teknologi sekaligus Co-CEO Think Web. Ramya membawakan materi “Dasar-dasar Penggunaan AI dan Proposal Menggunakan Aplikasi AI” dengan fokus pada pengenalan awal teknologi AI bagi industri media.

Konsultan Digital & Teknologi, Co-Ceo Think Web, Ramya Prajna S. (Foto: Ist)

Dalam paparannya, Ramya menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap teknologi baru.

“Saya selalu mendorong dan mengadopsi hal-hal baru. Banyak orang merasa takut dengan AI, padahal menurut saya ketakutan itu tidak masuk akal,” ujarnya.

Ia mencontohkan bahwa AI pada dasarnya lahir dengan kapasitas pengetahuan yang sangat besar, namun pada tahap awal keahliannya belum optimal. Sebagai ilustrasi, Ramya menyebut ChatGPT yang di awal kemunculannya masih memiliki banyak keterbatasan—banyak tahu, namun belum sepenuhnya memahami penggunaan praktisnya. Setelah tiga tahun perkembangan, ChatGPT kini telah jauh lebih matang dan fungsional.

Untuk memberikan gambaran yang lebih mudah dipahami, Ramya menggunakan analogi pisau lipat serbaguna Victorinox. Menurutnya, AI memiliki beragam fungsi seperti berbagai alat pada pisau tersebut—mulai dari alat sederhana hingga fitur kompleks—yang semuanya bisa dimanfaatkan untuk menyusun kerangka (frame) proposal marketing media secara efektif.

Harapan Dewan Pers

Melalui pelatihan ini, Dewan Pers berharap media di Indonesia dapat mengoptimalkan teknologi AI tidak hanya untuk memperkuat sisi editorial, tetapi juga untuk mendukung manajemen bisnis yang berkelanjutan. Pemanfaatan AI dinilai menjadi salah satu kunci agar media tetap relevan, adaptif, dan kompetitif di tengah dinamika industri global yang bergerak cepat.



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!