BeritaHukum

Rusuh Buntut Pemindahan 4 Tapol, Gubernur Elisa Kambu Himbau Masyarakat Tahan Diri dan Tetap Tenang

×

Rusuh Buntut Pemindahan 4 Tapol, Gubernur Elisa Kambu Himbau Masyarakat Tahan Diri dan Tetap Tenang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menghimbau masyarakat untuk menahan diri dan tetap tenang saat tiba di Kediaman Pribadinya usai melakukan koordinasi dengan Polda dan memantau kondisi Kota Sorong, Rabu (27/8/2025). Foto : TN/EYE
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menghimbau masyarakat untuk menahan diri dan tetap tenang saat tiba di Kediaman Pribadinya usai melakukan koordinasi dengan Polda dan memantau kondisi Kota Sorong, Rabu (27/8/2025). Foto : TN/EYE

TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Pasca pemindahan empat tahan politik yang berbuntut rusuh, Gubernur Provinsi Papua Barat Daya menghimbau semua masyarakat, terkhusus keluarga besar Maybrat dan para pendukung untuk tetap tenang dan tidak ikut terpancing dengan situasi yang sedang bergejolak.

“Kita semua harus tenang, serahkan semua kepada aparat keamanan,” ucap Gubernur Elisa Kambu saat tiba kediaman usai berkoordinasi dengan Polda Papua Barat Daya dan memantau situasi terkini di Kantor Gubernur dan Kantor Wali Kota Sorong yang dirusak massa,Rabu (27/8/2025).

Penyampaian Gubernur Elisa Kambu itu untuk menenangkan Keluarga dan pendukung yang hadir di rumah pribadi. Sebab pihak keluarga tidak terima atas serangan yang dilakukan sekelompok massa yang diperkirakan sekitar 30 orang ke kediaman pribadi Gubernur Elisa Kambu.

Pihak Keluarga dan para pendukung tidak terima, sebab kediaman pribadi Gubernur Elisa Kambu yang diserang.

“Kenapa harus mereka serang kediaman. Ini yang kami tidak terima, sebab ini harga diri, ” kata pihak keluarga kepada gubernur Elisa Kambu.

Gubernur Elisa Kambu dengan penuh senyum, menghimbau pihak keluarga dan pendukung serta masyarakat untuk tetap tenang.

“Kita serahkan kepada Aparat Keamanan. Pelaku pengurusakan tentu akan polisi tangkap dan proses secara hukum, ” kata Gubernur Elisa Kambu.

Dari pantauan Teropong News, empat unit mobil yang ada di dalam halaman kediaman rumah pribadi Gubernur Elisa Kambu rusak. Selain itu massa juga melempari kaca rumah.

Dari informasi yang Teropong News dapat dilapangan massa yang diperkirakan sekitar 30 orang datang sekitar pukul 07.00 wit dengan memegang kayu dan besi.

Massa langsung berusaha menggoyang pagar pintu masuk kediaman rumah gubernur dengan maksud merusak. Setelah berhasil merusak pagar, massa lantas masuk dan merusak empat unit mobil yang terparkir di dalam halaman kediaman Gubernur Elisa Kambu.

Para ajudan sempat ingin melakukan perlawanan namun oleh Gubernur Elisa Kambu diminta untuk tetap tenang dan bersikap ramah. Gubenur Elisa Kambu menyambut kedatangan massa dengan ramah dan penuh kekeluargaan.

Namun melihat massa semakin anarkis, para ajudan lansung bertindak dan berhasil memukul mundur massa.

Aparat Kepolisian sedang menghalau dan mencegah massa berbuat anarkis di simpang tiga Malanu. Foto : TN / EYE
Aparat Kepolisian sedang menghalau dan mencegah massa berbuat anarkis di simpang tiga Malanu. Foto : TN / EYE

Sementara pantauan terkini di Seputaran simpang tiga arah Malanu dekat Kantor Wali Kota Sorong polisi masih berusaha menahan massa yang berkumpul.

Situasi di Seputaran kantor Kejaksaan dan pengadilan serta MRPBD tampak, Aparat Kepolisian dan TNI sedang berjaga - jaga mengendalikan situasi dan mencegah aksi anatkis. Foto : TN/EYE
Situasi di Seputaran kantor Kejaksaan dan pengadilan serta MRPBD tampak, Aparat Kepolisian dan TNI sedang berjaga – jaga mengendalikan situasi dan mencegah aksi anatkis. Foto : TN/EYE

Demikian pula situasi di Jalan Baru sekitar Kantor Pengadilan Negeri Sorong dan Kejaksaan Negeri Sorong sudah kondusif sekitar pukul 14.00 WIT. Meski demikian aparat keamanan dari Polda Papua Barat Daya yang di back up TNI tetap berjaga untuk mencegah aksi anarkis.

Rusuh Buntut Pemindahan Empat Tapol

Kota Sorong rusuh buntut dari pemindahan empat tahanan politik (Tapol) kasus dugaan makar oleh anggota Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) dari Kota Sorong ke Makassar. Massa pro empat Tapol NFRPB berusaha menghalangi rencana pemindahan tersebut dengan menghadang pintu akses ke Mapolresta Kota Sorong sejak sekitar pukul 05.00 WIT.

Massa yang menolak pemindahan empat Tapol tersebut lantas melampiaskan kemarahannya dengan merusak sejumlah fasilitas pemerintahan, seperti Kantor Walikota Sorong dan kantor Gubenur Papua Barat Daya.



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!