TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT – Bupati Kabupaten Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP,. M.M,. M.Ec.Dev menghadiri peringatan HUT GKI Silo Kabulol Klasis Raja Ampat, Selasa 16 September 2025.
Peringatan HUT GKI Silo Kabulol diawali dengan peresmian dan pengguntingan pita tugu pekabaran Injil di Jemaat GKI Silo Kabulol oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam didampingi Ketua Klasis GKI Raja Ampat, Pdt. Rafles Yansen Mambrasar, S.Th
Bupati Orideko Iriano Burdam dalam sambutannya mengatakan peresmian Tugu Pekabaran Injil ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi perjalanan iman dan sejarah kekristenan di Raja Ampat.
“Tugu ini bukan hanya sekadar
monumen fisik tetapi merupakan simbol yang mengingatkan kita akan perjuangan para pemberitaan Injil yang telah menanam benih-benih iman di tanah Raja Ampat,” ucap Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam.

Dijelaskan Orideko Burdam para penginjil telah berjuang dengan penuh dedikasi untuk mewujudkan kerajaan perdamaian dan keselamatan sebagaimana firman Tuhan dalam Matius 5:18-19 dan Matius 28:19.
“Kehadiran GKI Silo Kabilol di tengah-tengah masyarakat Raja Ampat telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam pembangunan karakter bangsa dan pemberdayaan umat melalui berbagai kegiatan pelayanan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan,” jelas Bupati.
Bupati Raja Ampat yang juga syamas GKI Alfa Omega Waisai mengatakan kehadiran Gereja telah menjadi garam dan terang bagi lingkungan sekitar sebagaimana panggilan Kristus kepada umat-Nya.
Sebagai Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam menyebut Pemerintah Daerah sangat menghargai peran aktif GKI Silo Kabilol dalam mendukung program-program pembangunan daerah.
“Gereja tidak hanya menjadi tempat
ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang turut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa
dan mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program Sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan Tugu Pekabaran Injil diresmikan hari ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi generasi mendatang tentang pentingnya menjaga dan meneruskan warisan iman yang telah dititipkan oleh para pendahulu.
“Tugu ini juga menjadi saksi bahwa di Raja Ampat, keberagaman agama dan budaya dapat hidup berdampingan dalam harmoni, saling menghormati, dan bekerja Sama membangun daerah,” ungkap Bupati Orideko Burdam.
Semoga tugu ini dapat memotivasi seluruh jemaat untuk terus berkomitmen dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk semakin mengintensifkan pelayanan dalam membangun masyarakat yang beriman, bermoral, dan sejahtera.

Pemerintah Daerah Raja Ampat berkomitmen untuk terus mendukung setiap kegiatan positif yang dilakukan oleh gereja-gereja dan lembaga keagamaan lainnya.
“Kami percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan spiritual dan moral yang kuat,” tutup Bupati.






