BeritaBisnisDaerahEkonomi

BRILink, Jaring Pengaman Ekonomi Baru di Kota Kupang

×

BRILink, Jaring Pengaman Ekonomi Baru di Kota Kupang

Sebarkan artikel ini

TEROPONGNEWS.COM, KUPANG— Matahari baru saja terbit di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, ketika kios kecil berwarna putih itu mulai ramai.

Di balik etalase sederhana, seorang perempuan berkerudung menyambut pelanggan dengan senyum yang tidak pernah lelah.

Perempuan itu adalah Sukarti (33), pemilik Agen BRILink Mega Rezky, yang sudah delapan tahun menjadi salah satu tumpuan transaksi warga Oesapa.

Di RT 08/RW 03, namanya dikenal bukan hanya sebagai pedagang grosir, tetapi sebagai figur yang mengubah jalan hidup keluarganya melalui layanan keuangan berbasis agen ini.

Padahal, semua dimulai secara sederhana, dari tawaran seorang pegawai BRI yang datang ke kiosnya delapan tahun lalu.

Saat itu Sukarti hanya memiliki kios kecil dengan omzet harian sekitar Rp1 juta. Tawaran menjadi agen BRILink membuatnya bimbang.

Namun setelah berdiskusi dengan keluarga, ia memberanikan diri mengambil peluang itu. Modal awal Rp10 juta, separuhnya berupa saldo transaksi, menjadi langkah pertama dalam perjalanan panjangnya.

“Keputusan itu saya ambil karena saya yakin ini peluang. Dan ternyata benar, ini titik balik hidup saya,” ujar Sukarti, tersenyum mengenang hari itu.

Kios Kecil yang Tumbuh Menjadi Grosir

Waktu membuktikan bahwa keputusannya tidak keliru. Seiring meningkatnya transaksi, arus pelanggan pun bertambah.

Dari yang awalnya hanya berjualan eceran, perlahan Sukarti membangun usaha grosir. Omzet naik, pelanggan semakin banyak, dan dalam beberapa tahun ia berhasil membeli sebidang tanah. Sesuatu yang dulu hanya ia bayangkan.

“Dari eceran, saya bangun jadi semi grosir, lalu grosir. Dan sekarang saya sudah punya tanah. Semua itu berawal dari BRILink,” tuturnya.

Layanan yang paling diminati warga adalah tarik tunai, dengan transaksi bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

“Ada pelanggan yang pernah transaksi sampai Rp200 juta,” katanya.

Ia menerapkan biaya administrasi sesuai ketentuan, misalnya tarik tunai Rp2 juta dengan biaya Rp5.000. Tetapi menurutnya, pelayanan adalah kunci utama menjaga kepercayaan pelanggan.

“Modal itu nomor terakhir. Yang paling penting pelayanan. Ramah, tepat waktu, konsisten. Buka jam 7 pagi, ya harus jam 7. Tutup jam 9 malam, tiap hari. Itu komitmen saya.”

Di kawasan Oesapa yang dipenuhi mahasiswa, pekerja, dan pengusaha kecil, kehadiran BRILink Mega Rezky menjadi pilihan utama warga yang ingin menghindari antre panjang di bank atau ATM.

“Lebih dekat, lebih cepat, dan tidak perlu antre,” ujarnya.

Kini, setelah delapan bulan membuka toko grosir, Sukarti berencana memisahkan lokasi BRILink dan usaha grosirnya agar layanan semakin optimal.

“Ke depan saya mau buka tempat khusus BRILink dengan tenaga administrasi. Saya tinggal fokus di pembukuan. Itu impian saya,” katanya.

Oskar Lena: Warkop Sederhana yang Menjadi Titik Transaksi Warga Pasar Oebobo

Tidak jauh dari Oesapa, di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, seorang agen BRILink lainnya, Oskar Lena, merasakan perubahan serupa.

Awalnya ia hanya menjalankan kios dan warkop kecil. Namun omzet yang naik turun membuat ia mencari peluang tambahan.

BRI datang tidak hanya sekali, tetapi lima kali untuk menawarkan peluang menjadi agen BRILink.

“Puji Tuhan, BRI datang berkali-kali ajak saya coba. Dan setelah saya ambil, ternyata betul-betul membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Lokasinya yang berdekatan dengan Pasar Oebobo, salah satu pasar terpadat di Kupang, membuat gerainya menjadi tempat singgah favorit pedagang dan warga.

“Paling banyak itu tarik tunai dan setor tunai. Orang pasar banyak yang singgah,” katanya.

Jam operasionalnya panjang mulai pukul 05.00 WITA hingga 20.00 WITA menyesuaikan ritme aktivitas pedagang pasar yang mulai berjualan sejak subuh.

Dalam dua tahun, tambahan pendapatan dari BRILink membuat keuangan keluarganya stabil, bahkan membantu Oskar mengembangkan warkopnya.

“Ekonomi kami sangat terbantu,” ucapnya singkat.

Tingginya transaksi membuat ia berencana membuka agen tambahan apabila BRI mengizinkan.

Nehemia, Buruh Konstruksi yang Terbantu BRILink: “Yang Penting Cepat, Tidak Buang Waktu”

Manfaat BRILink tidak hanya dirasakan pemilik agen, tetapi juga para penggunanya. Satu di antaranya Nehemia Kanaf, buruh konstruksi asal Oesapa yang bekerja di wilayah Baumata Barat, Kabupaten Kupang.

Bagi pekerja lapangan seperti Nehemia, waktu adalah uang. Antrean panjang di ATM kerap membuatnya kesal karena membuang jam kerja. Itulah sebabnya ia menjadi pengguna setia BRILink sejak lima tahun lalu.

“Walaupun bayar Rp5.000 atau Rp10.000, yang penting cepat. Tidak buang waktu. Kalau di ATM antre lama,” katanya.

Hampir semua kebutuhan transaksinya dilakukan melalui BRILink: tarik tunai, transfer, token listrik, hingga paket data. Ia bahkan dapat bertransaksi di daerah tanpa ATM sekalipun.

“BRILink ada di mana-mana. Bahkan di desa. Kita kerja di daerah yang tidak ada ATM pun tetap bisa tarik uang. Tidak pernah ada masalah,” ujarnya.

Menurutnya, BRILink membuat hidup pekerja lapangan jauh lebih praktis.

“Datang kasih kartu, langsung dibantu. Kita tinggal masukkan PIN. Cepat,” ujarnya.

Ia berharap jaringan BRILink semakin diperluas, terutama di daerah terpencil.

“Tidak Perlu Antri, Tidak Perlu ke Kantor Pos”: Kisah Klemens dari Kolhua

Pengguna setia lainnya adalah Klemens Kelu Kaunan (62) dari Kelurahan Kolhua. Sejak 2019, ia memanfaatkan BRILink untuk hampir semua kebutuhan keuangannya.

“Begitu datang, langsung dilayani. Tidak pakai ambil nomor antrean. Pelayanannya sopan dan cepat,” katanya.

Beberapa kali ia bahkan melakukan transaksi mendesak pada malam hari.

“Kalau pulsa PLN habis jam 11 malam, saya cukup kirim WA ke agen. Beberapa menit sudah masuk,” ujarnya.

Klemens juga menceritakan betapa BRILink membantu keluarganya di desa yang jauh dari kota.

“Di kampung itu sangat membantu. Begitu ada uang masuk, langsung bisa ambil. Tidak perlu tunggu besok,” katanya.

Meski demikian, ia berharap BRI menambah kapasitas agen yang kerap kehabisan uang tunai.

“Kadang agen cuma bisa kasih sampai 20 juta. Harapan saya bisa tambah setoran supaya nasabah tidak bolak-balik,” ucapnya.

Ia juga mengusulkan agar agen dengan aktivitas tinggi memiliki petugas keamanan.

BRI Kupang: 1.108 Agen Aktif, Menjangkau Kota hingga Rote Ndao

Menurut data BRI Cabang Kupang, hingga November 2025 terdapat 1.108 agen BRILink yang tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.

Pemimpin Cabang BRI Kupang Terry S. M. Tambun menegaskan bahwa keberadaan agen adalah bagian dari strategi memperluas inklusi keuangan.

“Agen BRILink penting untuk mempercepat perputaran ekonomi, terutama di wilayah yang jauh dari kantor bank,” ujarnya.

BRI memastikan standar keamanan agen melalui: sertifikasi agen resmi, daftar tarif transaksi, Signage / spanduk serta edukasi berkala oleh petugas PPBK (Petugas Penunjang Bisnis Keagenan) BRI, dan penyediaan mesin EDC (tanpa biaya perawatan).

Keberadaan Agen BRILink bahkan mengurangi antrean panjang saat penyaluran Bantuan Sosial (Bansos).

“Sebelumnya antrean numpuk di kantor BRI. Sekarang penerima bisa ambil di agen terdekat. Lebih cepat, lebih manusiawi,” ujar Terry.

Kedepan, BRI juga menargetkan penambahan agen BRILink yang berada di desa-desa terpencil seperti Amarasi, Camplong, Rote, dan Sabu.

Urat Nadi Ekonomi Baru di Kupang

Kisah Sukarti, Oskar, Nehemia, dan Klemens adalah potret kecil dari perubahan besar yang terjadi di Kota Kupang.

Dari kios sederhana, warkop kecil, pasar tradisional, hingga lokasi konstruksi—BRILink telah menjelma sebagai urat nadi ekonomi yang menghubungkan warga dengan layanan keuangan yang cepat, aman, dan mudah dijangkau.

Di tengah kota yang terus tumbuh, BRILink tidak hanya menjadi fasilitas transaksi, tetapi menjadi ruang baru bagi warga untuk meningkatkan ekonomi keluarga, menghemat waktu, dan mendapatkan akses ke layanan perbankan modern tanpa batasan lokasi.

Sebuah inovasi yang sederhana, namun berdampak besar. Sebuah layanan yang lahir di kota, tetapi menyentuh hingga desa-desa terpencil.

Dan bagi orang-orang seperti Sukarti, BRILink bukan hanya bisnis, melainkan perubahan hidup.

 



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!