TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat lonjakan signifikan jumlah pengguna transportasi publik sepanjang Triwulan (TW) III Tahun 2025. Total penumpang TransJakarta (TJ), MRT, dan LRT mencapai 332,3 juta penumpang, meningkat 11 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan peningkatan jumlah penumpang merupakan bukti bahwa pembangunan sistem transportasi Ibu Kota berada di jalur yang benar.
“Sampai akhir Tahun 2025 diproyeksikan jumlah penumpang mencapai 454 Juta penumpang,” ungkap Pramono saat konferensi pers pembahasan APBD DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Selain itu, Pramono juga menyoroti sejumlah faktor pendorong, mulai dari pembukaan enam rute baru, penambahan armada bus.
“Kami juga melakukan perluasan layanan dengan membuka 6 rute baru dan penambahan 327 armada bus Transjakarta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pramono juga menambah layanan gratis bagi 15 golongan penerima manfaat guna menjaring lebih banyak penumpang transportasi publik.
Adapun 15 golongan yang berhak mendapatkan layanan gratis Transjakarta adalah penerima bantuan sosial, Tim Penggerak PKK, PJLP dan pegawai non-ASN Pemprov DKI, penyandang disabilitas, lansia KTP DKI, veteran, karyawan swasta pemegang Kartu Pekerja Jakarta, pendidik dan tenaga kependidikan PAUD, penjaga rumah ibadah, penduduk Kepulauan Seribu, juru pemantau jentik, pengurus karang taruna, dasawisma, dan posyandu, anggota TNI dan Polri, peserta didik pemegang KJP Plus dan KJMU, penghuni rusunawa, serta ASN dan pensiunan PNS Pemprov DKI Jakarta.
“Layanan gratis untuk 15 golongan sampai dengan TW III 2025 sebanyak 17,6 juta penumpang,” paparnya.
Menurutnya, keberhasilan transportasi Jakarta bukan hanya dirasakan secara lokal. Sistem transportasi publik Jakarta dinobatkan sebagai yang terbaik kedua di Asia Tenggara.
“Sistem transportasi umum di Jakarta dinobatkan terbaik kedua di Asia Tenggara dan menempati peringkat ke-17 dunia versi TimeOut,” tandasnya.












