Berita

Technical Meeting Selesai, Keputusan Panitia Mutlak

×

Technical Meeting Selesai, Keputusan Panitia Mutlak

Sebarkan artikel ini
Suasana technical meeting BSC Open Turnamen yang berlangsung di Oasis Billiar

TEROPONGNEWS.COM, SORONG — Para peserta Turnamen Biliar BSC Nine Ball Open Papua Barat Daya yang akan digelar di Oasis Billiard Sorong telah mengikuti technical meeting yang berlangsung pada Rabu malam (13/11/2025). Pertemuan yang dihadiri oleh panitia dan para peserta tersebut menjadi ajang finalisasi berbagai ketentuan teknis, termasuk sistem handicap, aturan main (rules pertandingan), dan jadwal pertandingan dari babak penyisihan hingga final.

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai namun penuh perhatian. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan dan pertanyaan terkait teknis pertandingan. Namun setelah melalui pembahasan dan kesepakatan bersama, panitia menegaskan bahwa keputusan hasil technical meeting bersifat final dan mutlak.

Salah satu poin penting yang ditetapkan adalah mengenai dua nama peserta yang diperbolehkan ikut turnamen, namun dengan ketentuan khusus bahwa apabila keduanya berhasil menembus babak delapan besar (8 besar), maka salah satunya akan otomatis gugur di fase tersebut. Ketentuan ini diambil untuk menjaga keseimbangan kompetisi dan memberikan kesempatan lebih luas bagi peserta lainnya.

Sebelumnya ketua panitia turnamen BSC Nine Ball Open Papua Barat Daya, Irwan Syurah, menyampaikan bahwa momen dua dekade BSC ini menjadi penanda penting dalam perjalanan olahraga biliar di Papua Barat Daya. Klub ini, katanya, bukan hanya wadah bermain, tetapi juga tempat lahirnya banyak atlet yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

“Dua puluh tahun bukan waktu yang sebentar. Dari sekadar komunitas, kini BSC telah menjadi bagian dari sejarah perkembangan olahraga biliar di Sorong dan Papua Barat Daya,” ujar Irwan kepada wartawan, Sabtu (01/11/2025)

Turnamen kali ini tak sekadar ajang kompetisi, melainkan juga bentuk apresiasi terhadap para pecinta biliar di wilayah Papua Barat Daya. Irwan menjelaskan, hadiah yang disiapkan cukup besar untuk ukuran daerah, yakni Rp20 juta untuk juara 1, Rp10 juta untuk juara 2, dan Rp2,5 juta untuk dua orang juara 3 bersama, lengkap dengan trophy

Selain itu, peserta yang masuk peringkat 5–8 akan mendapatkan Rp1 juta, sedangkan peringkat 9–16 akan menerima Rp500 ribu.

Teknis pelaksanaan dimulai dengan teknikal meeting pada 13 November, kemudian babak penyisihan berlangsung pada 14–15 November, dan ditutup dengan babak utama dan final pada 16 November 2025.

Irwan berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pembinaan atlet sekaligus memperkuat solidaritas antarpecinta biliar dari berbagai kabupaten/kota di Papua Barat Daya.

“Kami ingin turnamen ini menjadi ajang silaturahmi dan pembinaan. Siapa pun bisa ikut, baik pemain muda maupun senior. Ini kesempatan untuk mengukur kemampuan dan saling belajar,” tambahnya.

Lebih jauh, Irwan menegaskan bahwa turnamen ini juga bertujuan untuk menghapus stigma negatif terhadap olahraga biliar yang selama ini kerap dianggap sekadar hiburan malam.

“Kami ingin masyarakat memandang biliar sama seperti cabang olahraga lainnya. Di bawah naungan POBSI dan KONI, biliar adalah olahraga resmi yang membutuhkan teknik, konsentrasi, dan sportivitas tinggi,” tegasnya.

Menurutnya, banyak atlet nasional yang lahir dari klub-klub kecil di daerah, termasuk dari Sorong. Karena itu, BSC terus berkomitmen menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet menuju ajang yang lebih besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Cikal bakal atlet berprestasi itu tumbuh dari klub-klub seperti BSC. Kami ingin ikut menyiapkan generasi yang bisa membawa nama Papua Barat Daya di tingkat nasional,” ujarnya.

Sejak berdiri dua dekade lalu, BSC telah menjadi saksi perubahan wajah olahraga biliar di Sorong. Dulu, olahraga ini hanya digemari segelintir orang dan kerap dipandang sebelah mata. Namun kini, suasananya berbeda.

Kian banyak rumah biliar yang bermunculan, jumlah atlet dan komunitas pemain meningkat, bahkan turnamen-turnamen lokal sudah mulai rutin digelar.

“Sekarang sudah banyak anak muda yang menekuni biliar dengan serius. Bahkan ada orang tua yang ikut bermain untuk menjaga keakraban dan kesehatan. Ini bukti bahwa biliar bukan lagi hal tabu,” kata Irwan.

Ia juga menilai, kehadiran BSC selama 20 tahun telah berkontribusi besar dalam membangun ekosistem olahraga biliar di Sorong. Tak hanya membina atlet, klub ini juga menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, dan menyalurkan bakat anak muda agar terhindar dari hal-hal negatif.

“Olahraga ini mendidik kita untuk sabar, fokus, dan menghargai lawan. Jadi justru memberi dampak positif bagi pembentukan karakter anak muda,” tutur Irwan.

Irwan menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang selama ini mendukung keberadaan BSC, terutama pemerintah daerah, KONI Papua Barat Daya, dan masyarakat Sorong yang telah membuka ruang bagi olahraga ini untuk tumbuh.

Dengan selesainya technical meeting ini, seluruh peserta kini tinggal mempersiapkan diri menghadapi pertandingan perdana. Turnamen ini diharapkan menjadi salah satu kegiatan positif yang mendorong semangat komunitas biliar di Sorong untuk terus berkembang dan menunjukkan potensi terbaik mereka di tingkat lokal maupun regional.



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!