TEROPONGNEWS.COM, BOGOR – Harapan masyarakat Bogor Barat untuk memiliki daerah otonomi sendiri kian mendekati kenyataan. Rencana pemekaran wilayah Kabupaten Bogor Barat mulai direalisasikan pada 2026, seiring masuknya proses pemekaran ke tahap Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB). Kecamatan Cigudeg pun disiapkan sebagai calon ibu kota kabupaten baru, sebuah kabar yang disambut antusias oleh warga setempat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah konkret guna mempercepat proses pemekaran. Mulai dari kesiapan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, hingga penguatan akses wilayah di Bogor bagian barat menjadi fokus utama Pemkab Bogor.
“Calon ibu kota Bogor Barat tetap direncanakan berada di Kecamatan Cigudeg, sesuai keputusan dan kajian para tokoh Bogor Barat sebelumnya,” ujar Rudy Susmanto pada wartawan Selasa (23/12/2025)
Rudy Susmanto menjelaskan, kesiapan lahan menjadi salah satu prasyarat penting dalam proses pembentukan daerah otonomi baru. Untuk itu, Pemkab Bogor telah mengajukan permohonan lahan calon ibu kota kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sejak Agustus 2025. Permohonan tersebut, kata Rudy, pada prinsipnya telah mendapat persetujuan pada November 2025, sehingga menjadi dasar kuat untuk melanjutkan tahapan berikutnya.
“Ini menjadi fondasi penting agar proses pemekaran tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar berjalan sesuai ketentuan,” katanya.
Selain kesiapan lahan, Rudy menekankan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi syarat utama dan penopang keberhasilan pemekaran Bogor Barat. Dalam kurun waktu sepuluh bulan terakhir, anggaran ratusan miliar rupiah telah dialokasikan khusus untuk wilayah Bogor Barat. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan dan peningkatan jalan, kawasan permukiman, serta berbagai fasilitas dasar yang selama ini dinilai tertinggal dibanding wilayah Bogor lainnya.
Salah satu proyek strategis yang kini tengah berjalan adalah pembangunan akses jalan Malasari hingga perbatasan Sukabumi. Jalur tersebut diketahui selama puluhan tahun belum tersentuh pembangunan secara optimal, sehingga kerap menjadi keluhan masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur ini bukan hanya untuk mendukung pemekaran, tetapi juga untuk membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bogor Barat,” tegas Rudy.
Kabar kesiapan pemekaran ini disambut gembira oleh warga Cigudeg. Asep (46), salah seorang warga setempat, mengaku optimistis pembentukan Kabupaten Bogor Barat akan membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat.
“Kami sangat senang dan mendukung penuh. Kalau kabupaten baru berdiri, tentu pelayanan pemerintah akan lebih dekat dan ekonomi masyarakat Bogor Barat bisa meningkat,” ujar Asep.
Menurutnya, selama ini masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor kerap merasakan jarak pelayanan yang jauh, baik dari segi administrasi maupun pembangunan. Dengan hadirnya kabupaten baru, ia berharap peluang usaha, lapangan kerja, serta pembangunan infrastruktur akan semakin terbuka.
“Cigudeg dan daerah sekitarnya punya potensi besar, baik pertanian, perkebunan, maupun pariwisata. Kalau jadi ibu kota, pasti geliat ekonomi ikut naik,” tambahnya.
Antusiasme warga ini menjadi cerminan besarnya harapan masyarakat Bogor Barat terhadap pemekaran wilayah. Dengan dukungan pemerintah daerah, kesiapan infrastruktur, serta dorongan masyarakat, rencana pembentukan Kabupaten Bogor Barat dinilai semakin matang dan berpeluang besar untuk segera terwujud.
Pemkab Bogor pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses ini sesuai aturan yang berlaku, agar pemekaran tidak hanya menjadi simbol administratif, tetapi benar-benar menghadirkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Bogor Barat.***







