TEROPONGNEWS.COM, RAJA AMPAT – Tokoh Intelektual Muda Kabupaten Raja Ampat, Fransiskus Xaverius Mambrasar banjir dukungan dalam bursa pencalonan Ketua DPD KNPI Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Sehari setelah mendapat dukungan dari salah satu Tokoh Pemuda Raja Ampat asal Distrik Teluk Mayalibit, Kundrat Kaisiepo, Frans Mambrasar kembali mendapat dukungan dari Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Provinsi Papua Barat Daya.
Dukungan SEMMI PBD kepada Frans Mambrasar untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD KNPI Raja Ampat disampaikan Ketua SEMMI PBD, Nazarudin Arafa, Rabu (3/12/2025). Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya itu mendukung Tokoh Muda berpengalaman tersebut menduduki Kursi Calon Ketua DPD KNPI Raja Ampat.
“Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Provinsi Papua Barat Daya telah mengintruksikan kepada SEMMI Raja Ampat untuk mendukung Frans Mambrasar karena kami percaya bahwa Frans Mambrasar punya komitmen untuk membawah KNPI Raja Ampat ke arah dan tujuan yang lebih baik, terutama ingin menyatukan seluruh pemuda Raja Ampat,” ujar Nazarudin Arafa.
Ketua SEMMI menegaskan bahwa OKP yang bernaung dibawahnya nyatakan komitmen dan mendukung Frans Mambrasar sebagai putra terbaik Raja Ampat sebagai calon Ketua KNPI Raja Ampat.
“Kami bersama teman-teman OKP sudah berkomitmen dan menyatakan sikap untuk mendukung saudara Frans Mambrasar,” ujarnya.
Dukungan SEMMI kepada Frans Mambrasar bukan tanpa alasan. Pengurus SEMMI Papua Barat Daya berharap jika terpilih, Frans Mambrasar mempu merangkul semua Pemuda Kabupaten Raja Ampat tanpa dikotomi pasca Musyawarah nantinya.
“Harapan dari kami teman-teman OKP kepada saudara Frans yaitu ketika saudara terpilih sebagai ketua DPD KNPI Raja Ampat, saudara mampu merangkul pemuda yang ada di Kabupaten Raja Ampat jangan ada dikotomi antara kubu A atau pun kubu B,” ungkap Nazarudin Arafa.
SEMMI Papua Barat Daya juga ingin sampaikan kepada pemuda Raja Ampat agar sama-sama mendukung Frans Mambrasar sebagai Ketua KNPI Kabupaten Raja Ampat. Sebab Frans Mambrasar pemuda asli Raja Ampat yang dinilai terbuka ketika diajak diskusi tentang pembangunan pemuda.












