TEROPONG NEWS.COM, JAKARTA — BI Luncurkan LPI 2025, Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh hingga 5,9%
Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 pada Selasa (28/1). Dalam laporan tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus menguat hingga mencapai 5,9% pada 2027, seiring penguatan sinergi kebijakan dan terjaganya stabilitas makroekonomi.
LPI 2025 mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, yang memuat evaluasi dan prospek ekonomi global serta domestik, pelaksanaan kebijakan BI sepanjang 2025, dan arah bauran kebijakan pada 2026.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan tiga pesan utama dalam LPI 2025, yakni Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS). Optimisme dinilai penting untuk memperkuat prospek ekonomi nasional di tengah dinamika global. BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 4,7–5,5% pada 2025, meningkat menjadi 4,9–5,7% pada 2026, dan terus naik menjadi 5,1–5,9% pada 2027.
Dari sisi stabilitas harga, BI memastikan inflasi tetap terkendali. Inflasi diproyeksikan berada pada kisaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027, sejalan dengan penguatan koordinasi kebijakan moneter dan fiskal.
Selain optimisme, Perry menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus memperkuat bauran kebijakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap menjaga stabilitas. BI juga menekankan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan pada lima area utama, yakni menjaga stabilitas ekonomi, mendorong sektor riil melalui hilirisasi dan industrialisasi, memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan pembiayaan, serta mengakselerasi digitalisasi.
Peluncuran LPI 2025 turut disaksikan secara daring oleh Kantor Perwakilan BI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT Adidoyo Prakoso menegaskan pentingnya orkestrasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan ekonomi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Menurut Adidoyo, keselarasan program pusat dan daerah, khususnya di sektor pangan, energi, tenaga kerja, dan ekonomi kerakyatan, menjadi kunci transformasi ekonomi yang lebih tangguh dan mandiri, termasuk di NTT. Sinergi juga diperlukan untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah agar lebih produktif melalui inovasi yang tepat sasaran.
Sebagai bentuk transparansi kebijakan, LPI diterbitkan Bank Indonesia sesuai amanat Undang-Undang tentang Bank Indonesia. LPI 2025 diharapkan menjadi referensi utama yang kredibel bagi publik dan pemangku kepentingan dalam memahami perkembangan serta prospek perekonomian Indonesia ke depan.***










