Pendidikan

WVI Bersama Mitra Universitas Terbitkan 1.000 Buku Cerita Bergambar untuk Tingkatkan Literasi Papua

×

WVI Bersama Mitra Universitas Terbitkan 1.000 Buku Cerita Bergambar untuk Tingkatkan Literasi Papua

Sebarkan artikel ini
Wahana Visi Indonesia.bersama dengan Jakarta International University dan Bina Nusantara University dalam program Buku Cerita Anak Papua Jilid 2. (Dok TN)

TEROPONGNEWS.COM, TANGERANG SELATAN – Wahana Visi Indonesia (WVI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung literasi anak-anak di tanah Papua melalui Serah Terima Buku Baca Cerita Anak Papua Jilid 2, hasil kolaborasi bersama Teach for Indonesia Bina Nusantara (BINUS) University, Jakarta International University (JIU), dan Universitas Pelita Harapan (UPH).

Sebanyak 1.080 eksemplar buku cerita akan hadir pada 45 rumah baca dampingan WVI di Papua untuk anak-anak serta guru relawan setempat.

“Wahana Visi Indonesia percaya bahwa setiap anak berhak belajar dengan baik dan bermimpi. Namun anak-anak Papua masih menghadapi tantangan besar dalam literasi. Kolaborasi ini menjadi bagian dari solusi atas tantangan akses buku bacaan bagi mereka. Bukan hanya bacaan yang menarik dan kreatif, namun juga relevan serta dekat dengan kehidupan anak-anak Papua,” ujar Asteria Aritonang, Resource Development & Communications Director Wahana Visi Indonesia (WFI) di Tangerang Selatan, Selasa (6/1/2026).

Dijelaskan kolaborasi Buku Baca Cerita Anak Papua Jilid 2 menghasilkan 24 buku cerita anak yang merefleksikan budaya, nilai, dan kehidupan sehari-hari anak Papua. Penulisnya adalah pengajar dan pendamping masyarakat Papua yang memahami konteks kehidupan anak secara langsung, sehingga cerita terasa relevan, kreatif, dan dekat. Program ini melanjutkan inisiatif literasi sejak 2024, yang pada tahap pertama menghasilkan 10 buku kontekstual Papua.

Tahap kedua diperluas dengan melibatkan UPH dan JIU, serta berkolaborasi dengan ilustrator yang melakukan riset dan diskusi mendalam dengan penulis agar ilustrasi sesuai budaya dan menarik bagi anak-anak Papua.

Valencia Yolanda, mahasiswa Binus & student volunteer Kind Circle (KinCcr) mengatakan bahwa proses menciptakan Buku Baca Cerita untuk Anak Papua memiliki dinamika dan tantangannya tersendiri karena ia jarang melihat keseharian anak Papua.

“Untuk menciptakan ilustrasi yang tepat, saya harus memahami lebih dari sekadar teks, termasuk nilai dan budaya setempat. Saya bersyukur dapat menyelesaikan dua buku cerita dan berharap ilustrasi ini mendekati budaya Papua serta mampu meningkatkan minat baca anak-anak,” ujar Valencia

Program ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa BINUS, UPH, dan JIU untuk terlibat sebagai student volunteer yang tergabung dalam komunitas KinCir. Mereka berkontribusi sebagai penulis maupun ilustrator, sekaligus belajar bekerja nyata bagi Papua.

Liliek Adelina Suhardjono selaku Deputy Head of New Media Program BINUS menyampaikan, tanpa program ini, mahasiswa tidak memiliki kesempatan untuk berkontribusi langsung sebagai student volunteer Kincir WVI.

“Inilah ruang berharga bagi mereka untuk berkarya dan bekerja nyata bagi Papua. Kami berharap semakin banyak kaum muda terlibat dalam gerakan literasi,” kata Liliek.

WVI bersama dengan BINUS, UPH, dan JIU berharap dapat memperkuat budaya literasi dan mendukung anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, cakap, dan bangga akan budayanya. ***



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!