TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Perkumpulan Masyarakat Pendukung Kebijakan Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya terus menunjukkan kepedulian terhadap masa depan generasi Papua melalui Gerakan Makan Makanan Bergizi bagi anak-anak stunting dan gizi buruk di Kelurahan Kladufu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong.
Kegiatan yang melibatkan masyarakat, tenaga kesehatan, kader serta pemerintah kelurahan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk menekan angka stunting dan gizi buruk pada anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diberikan makanan bergizi berupa bubur kacang hijau, telur rebus, roti, serta susu kolostrum sebagai tambahan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan mereka.
Tak hanya itu, para orang tua juga menerima makanan tambahan berupa gula, telur, beras, serta kacang hijau agar kebutuhan gizi anak tetap dapat terpenuhi di rumah.

Ketua Perkumpulan Masyarakat Pendukung Kebijakan Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya, Marthen Idie, mengatakan gerakan makan makanan bergizi ini merupakan bagian dari upaya bersama membangun kualitas sumber daya manusia Papua sejak usia dini.
“Generasi Papua yang sehat, cerdas, dan unggul hanya bisa dibentuk melalui nutrisi. Makanan yang berkualitas dan perhatian terhadap anak-anak harus terus dilakukan,” ujar Marthen Idie kepada TeropongNews.com, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap hari Sabtu dengan fokus pada anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus terhadap kondisi gizinya.
“Kami fokus pada sekitar 15 sampai 22 anak. Mereka tidak kami lepas begitu saja, tetapi terus menjadi tanggung jawab kami untuk didampingi dengan asupan gizi yang lebih baik agar mereka bertumbuh dan berkembang dengan baik,” jelasnya.

Menurutnya, gerakan makan makanan bergizi sangat penting terutama bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pinggiran kota.
“Di pinggiran kota seperti di Sorong ini harus ada gerakan makan makanan bergizi. Karena masih ada kesenjangan antara mereka yang memiliki kecukupan dan mereka yang hidup dengan keterbatasan. Ini harus menjadi perhatian semua pihak,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan stunting dan gizi buruk tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja.
“Pemerintah punya keterbatasan jangkauan. Karena itu semua komponen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pihak lainnya harus ikut bergerak menjadikannya sebagai gerakan bersama,” katanya.

Sementara itu, pendampingan kesehatan anak-anak ini masih terus dilakukan oleh Dr. Yovita Henny yang secara rutin memantau perkembangan berat badan serta status gizi anak-anak setiap minggu.
Ia menjelaskan bahwa program penanganan stunting dan gizi buruk di Kelurahan Kladufu telah berjalan selama enam minggu dan menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
“Program ini sudah berjalan enam minggu dan Puji Tuhan hasilnya cukup baik. Sebagian besar anak-anak mengalami peningkatan berat badan dan status gizinya semakin membaik,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh keluarga, terutama terkait ketersediaan makanan bergizi di rumah.
“Setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda-beda, baik dari sisi pendapatan maupun ketersediaan makanan. Karena itu bantuan tambahan seperti sembako kedua kali ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak,” jelasnya.

Dr. Henny juga mengingatkan para ibu agar lebih aktif dan rutin dalam memberikan makanan kepada anak-anak mereka dengan memanfaatkan bahan makanan sederhana yang ada di sekitar rumah serta mudah juga murah didapatkan.
“Tidak perlu makanan mahal. Makanan sederhana seperti nasi, kacang hijau, telur, susu, sayur²an sederhana atau olahan makanan sendiri sudah sangat membantu meningkatkan gizi anak-anak,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran para kader kesehatan yang terus rutin dan rajin memantau perkembangan anak-anak di lapangan.
“Saya berterima kasih kepada Tenaga kesehatan Puskesmas Sorong Timur dan kader-kader seperti Suster Juleha, mama kader Ota, dan mama kader Sarah yang setiap hari memantau ibu-ibu dan anak-anak di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Kladufu, Abdul Rahim Buatan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam membantu menurunkan angka stunting di wilayahnya.
“Saya sebagai Kepala Kelurahan mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang selama ini berjuang membantu menurunkan stunting di Kelurahan Kladufu. Semoga semua yang terlibat selalu diberikan kesehatan dan umur panjang,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak.
Melalui gerakan makan makanan bergizi ini, masyarakat berharap anak-anak di Kelurahan Kladufu dapat tumbuh sehat dan menjadi generasi Papua yang cerdas, kuat, serta siap membangun daerahnya di masa depan.






