TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Dalam rangka persiapan Angkutan Lebaran tahun 2026, saat terjadinya antrian panjang sampai dengan 30 kilometer di lintasan Ketapang-Gilimanuk, Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyampaikan, untuk mengantisipasi padatnya antrean di Pelabuhan Gilimanuk yang baru kali ini mencapai 30 km mendekati Jembrana, PT ASDP bersama BPTD melakukan inisiatif percepatan trip untuk mempercepat mengurangi antrean yang ada di Gilimanuk.
“Dengan sistem TBB (Tiba Bongkar Berangkat) di 4 pasang dermaga dari 7 pasang dermaga sehingga 4 pasang dermaga saat itu kapal-kapalnya begitu tiba di Pelabuhan Ketapang hanya bongkar kendaraan dan penumpangnya langsung kembali lagi ke Pelabuhan Gilimanuk untuk melalukan pemuatan,” kata BHS sapaan akrabnya, dikutip dalam akun instagram pribadinya @bambangharyos.
“Saya menanyakan apakah saat kapal-kapal membongkar muatan di Ketapang ada batasan waktu, ternyata tidak ada dan hampir rata-rata kapal membongkar muatan di sekitar 15 menit,” lanjutnya.
Dirinya menyampaikan bahwa seharusnya ada batasan waktu dan percepatan, ia juga mentargetkan waktu bongkar sekitar 5 menit, maksimal 10 menit.
“Saya contohkan bagaimana memimpin pembongkaran muatan kapal dengan menggunakan sistem koordinasi yang baik dan saya membuktikan bisa 5-7 menit muatan terbongkar dan kapal segera kembali menuju ke Gilimanuk,” jelasnya.
Juga, lanjutnya, di saat pemuatan di Gilimanuk harus ada target waktu yang tidak boleh lebih dari 10 menit dimana saat itu di setiap pemuatan kapal masih berkisar 20 menit.
“Alhamdulillah di hari itu tgl 16 Maret 2026 antrian yang awalnya 30 km, di petang hari jam 17.00 wib antrian panjang tidak lebih dari 7 km sedangkan sepeda motor di antrian terlihat kosong,” ungkapnya.
Dirinya juga mengapresiasi kepada seluruh stakeholder regulator pemerintah (Kemenhub), PT ASDP dan utamanya operator pelayaran sebagai ujung tombak yang mensukseskan kelancaran tersebut.










