TEROPONGNEWS.COM, JAYAPURA – Stadion Lukas Enembe dipastikan bakal membara esok sore, Jumat (8/5/2026). Aroma persaingan sengit sudah tercium saat sang “Mutiara Hitam”, Persipura Jayapura, bersiap menjamu Adhyaksa FC dalam laga hidup-mati babak Playoff Promosi Pegadaian Championship 2025/2026.
Ini bukan sekadar pertandingan biasa; ini adalah 90 menit penentuan bagi Persipura untuk mengklaim kembali tempat mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.
Instruksi Coach RD: “Enjoy the Game!”
Meski dibayangi tekanan besar dan waktu persiapan yang mepet, pelatih kawakan Rahmad Darmawan (RD) tetap tenang. Pria yang punya ikatan batin kuat dengan Persipura ini meminta Boaz dkk untuk tidak “demam panggung” di hadapan pendukung sendiri.
“Satu hal yang saya inginkan kepada pemain adalah enjoy the game, tidak terlalu tegang,” ujar RD.
Meski bek andalan Arthur Vieira masih diragukan tampil akibat cedera, RD menegaskan skuatnya telah menyiapkan rencana cadangan untuk meredam serangan Adhyaksa FC yang dihuni deretan eks pemain Timnas.
Kapten Ruben Sanadi: Demi Harga Diri Tanah Papua
Senada dengan sang pelatih, kapten tim Ruben Sanadi membawa misi emosional. Baginya, laga besok adalah puncak dari seluruh keringat yang tumpah sepanjang musim.
Ruben mengaku lebih tenang karena laga dipimpin wasit asing, yang diharapkan menjamin keadilan di atas lapangan.
“Jika Tuhan berkenan, kami memberikan yang terbaik untuk tanah Papua dan masyarakat Papua,” tegasnya penuh haru.
Adhyaksa FC: Datang Bukan untuk Menyerah
Di sisi lain, Adhyaksa FC datang ke Jayapura bukan untuk menjadi penggembira. Pelatih Ade Suherman menegaskan timnya dalam kondisi puncak setelah menempuh perjalanan jauh.
Walau mengakui kebesaran sejarah Persipura, Ade memastikan anak asuhnya tidak gentar. Menurutnya, hasil uji coba masa lalu tak bisa jadi acuan karena Persipura yang sekarang jauh lebih berbahaya dan termotivasi.
Mampukah Mutiara Hitam bersinar kembali dan pulang ke rumah besar Liga 1? Ataukah Adhyaksa FC yang akan mengukir sejarah baru di tanah Papua?
Apapun hasilnya, Stadion Lukas Enembe esok sore akan menjadi saksi bisu perjuangan, air mata, dan kebangkitan talenta-talenta terbaik negeri ini. Jangan lewatkan!












