Pendidikan

Guru Besar UI Tekankan Tekstologi Jawa sebagai Kunci Revitalisasi Budaya dan Karakter Bangsa

×

Guru Besar UI Tekankan Tekstologi Jawa sebagai Kunci Revitalisasi Budaya dan Karakter Bangsa

Sebarkan artikel ini

TEROPONGNEWS.COM, DEPOK – Universitas Indonesia (UI) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya Nusantara melalui pengukuhan Prof. Dr. Darmoko, S.S., http://M.Hum. sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Filologi Sastra Jawa Kuno, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI.

Dalam pidato ilmiahnya, Prof. Darmoko menyoroti pentingnya tekstologi Jawa sebagai pilar utama revitalisasi budaya sekaligus penguat karakter bangsa di tengah derasnya arus modernisasi.

Upacara pengukuhan yang berlangsung di Balai Sidang UI pada Sabtu (9/5/2026) itu dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Guru Besar UI, Prof. Dr. Eko Prasojo, http://Mag.rer.publ.

Dalam pidato bertajuk _“Tekstologi Jawa: Resepsi, Transformasi, dan Alih Wahana”_, Prof. Darmoko menegaskan bahwa tekstologi bukan sekadar kajian akademik mengenai naskah kuno, melainkan jembatan penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya agar tetap relevan bagi generasi masa kini.

“Tekstologi memfasilitasi internalisasi moral, sejarah, dan kearifan lokal yang membentuk kepribadian bangsa yang beradab dan berkarakter,” ujar Prof. Darmoko.

Menurutnya, tekstologi memiliki peran strategis dalam menyelamatkan naskah-naskah kuno dari kepunahan melalui edisi kritis, penelitian akademis, hingga transformasi ke medium modern seperti pertunjukan seni, film, dan media digital.

Prof. Darmoko menjelaskan, tekstologi merupakan cabang filologi yang berfokus pada sejarah, isi, serta perkembangan teks kuno dari masa ke masa. Kajian ini tidak hanya meneliti kesalahan penyalinan naskah, tetapi juga menggali nilai budaya, norma sosial, hingga pemikiran masyarakat masa lampau yang masih relevan untuk kehidupan modern.

Hubungkan sastra Klasik dengan Isu Kontemporer

Pendekatan yang dikembangkan Prof. Darmoko dinilai membawa warna baru dalam kajian sastra Jawa kuno. Ia menghubungkan teks klasik dengan isu sosial, politik, dan budaya kontemporer melalui konsep resepsi, transformasi, dan alih wahana.

Dengan pendekatan tersebut, sastra Jawa kuno tidak lagi dipandang sebagai warisan yang “diam” di perpustakaan, tetapi mampu hadir kembali dalam bentuk yang lebih dekat dengan masyarakat modern.

Lebih jauh, Prof. Darmoko menilai tekstologi Jawa dapat menjadi sarana memperkuat identitas budaya bangsa di tengah tantangan globalisasi.

“Tekstologi Jawa bukan hanya menyelamatkan warisan budaya, tetapi juga membuka ruang interpretasi baru terhadap nilai-nilai lokal agar tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi masyarakat kontemporer,” jelasnya.

Dalam pidatonya, ia juga mengutip pesan KGPAA Mangkunagara IV dalam Kitab _Wedhatama_ Pupuh Pocung:

_“Ngelmu iku kalakone kanthi laku, lekase lawan kas, tegese kas nyantosani, setya budya pangekese dur angkara.”_

Hal tersebut menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, ketulusan, dan pengendalian diri — nilai yang dinilai selaras dengan semangat pelestarian budaya melalui tekstologi Jawa.

Sepanjang perjalanan akademiknya, Prof. Darmoko dikenal aktif mengembangkan kajian sastra Jawa dan budaya Nusantara. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Program Studi Sastra Jawa UI serta Ketua Program Studi Magister Asia Tenggara FIB UI.

Dedikasinya juga mendapat apresiasi melalui penghargaan Pengabdi Terbaik Rumpun Sosial Humaniora FIB UI tahun 2024. Selain itu, karya ilmiahnya telah dipublikasikan di sejumlah jurnal internasional bereputasi.

Tak hanya di dunia akademik, Prof. Darmoko juga aktif dalam pengabdian masyarakat melalui pelatihan macapat, sulukan pedalangan, hingga pembelajaran aksara Jawa di berbagai desa budaya. Ia juga terlibat dalam penominasian Arsip Diaspora Orang Jawa di Suriname ke UNESCO _Memory of the World_ tahun 2025.

Dengan pengukuhan ini, Universitas Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan modern, tetapi juga konsisten menjaga dan mengembangkan akar budaya bangsa Indonesia. ***



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!