DaerahNasional

Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat Kabupaten Kupang, Siap Tampung 1.000 Siswa dari Keluarga Miskin

×

Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat Kabupaten Kupang, Siap Tampung 1.000 Siswa dari Keluarga Miskin

Sebarkan artikel ini

TEROPONGNEWS.COM, OELAMASI — Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (31/5/2026). 

Sekolah Rakyat pertama di NTT tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari keluarga kurang mampu pada jenjang SD, SMP, dan SMA.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul didampingi Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Bupati Kupang Yosef Lede, Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan, serta sejumlah pejabat Kementerian Sosial RI.

Saat ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 73 persen. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan siap mendukung program pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat miskin.

“Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang ini merupakan yang pertama di NTT. Tujuannya untuk memutus mata rantai kemiskinan dan menghadirkan generasi emas Indonesia tahun 2045,” kata Gus Ipul kepada wartawan usai meninjau lokasi pembangunan.

Menurutnya, Kabupaten Kupang menjadi daerah pertama di NTT yang memenuhi syarat ketersediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. 

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Kupang, serta pemerintah kabupaten dan kota lainnya di NTT yang turut menyukseskan program strategis Presiden tersebut.

“Tentu kami berharap ke depan semakin banyak kabupaten dan kota di NTT yang menyiapkan lahan sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dapat diperluas,” ujarnya.

Sekolah Rakyat tersebut dibangun di atas lahan seluas 9 hektar. Selain gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, kawasan pendidikan itu juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti ruang kelas, laboratorium komputer, asrama putra dan putri, kantin untuk masing-masing jenjang pendidikan, serta lapangan olahraga.

Gus Ipul menjelaskan, seluruh aspek teknis pembangunan telah diperhitungkan secara matang oleh Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk ketersediaan air bersih, mitigasi bencana, dan pasokan listrik.

“Semua kebutuhan dasar sudah dipersiapkan. Air bersih tersedia, aspek keamanan bencana sudah dihitung, dan pasokan listrik juga telah disiapkan sehingga memenuhi syarat untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Sekolah Rakyat Kabupaten Kupang dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa. Setiap tahun, sekolah ini akan menerima sekitar 300 peserta didik baru, masing-masing 100 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Jika berjalan sesuai rencana, pada tahun 2028 kapasitas sekolah akan terisi penuh. 

Tahun ini sekitar 300 hingga 400 siswa, dan tahun depan diperkirakan jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 800 siswa,” ungkap Gus Ipul.

Ia menambahkan, aset Sekolah Rakyat tetap menjadi milik pemerintah, sementara pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah.

Untuk peserta didik, prioritas diberikan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem atau kelompok desil satu yang telah melalui proses verifikasi dan ditetapkan oleh kepala daerah setempat.

“Yang bersekolah di sini adalah warga setempat yang ditetapkan oleh bupati setelah melalui proses verifikasi. Mereka benar-benar berasal dari keluarga yang paling membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, tenaga pendidik yang akan mengajar di Sekolah Rakyat direkrut melalui proses seleksi ketat yang melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Seluruh calon guru wajib memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Saat ini, pemerintah telah memiliki sekitar 2.000 guru untuk Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dan pada tahun 2026 merekrut lebih dari 5.000 guru tambahan guna mendukung pengembangan program tersebut.

Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Kupang sendiri mulai dikerjakan sejak peletakan batu pertama pada 20 Januari 2026 dan diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang mampu membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di NTT.

 



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!