TEROPONGNEWS.COM, KUPANG – Kepedulian dan sisi kemanusiaan Polri kembali terlihat menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Timur membantu mengantarkan jenazah almarhumah Nonia Nuban (58) dari Desa Bolok, Kabupaten Kupang, menuju kampung halamannya di Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang berjarak sekitar 147 kilometer.
Bantuan tersebut diberikan setelah personel Polisi RW Ditpolairud menerima informasi bahwa keluarga almarhumah mengalami kesulitan ekonomi dan tidak memiliki biaya untuk memulangkan jenazah ke kampung halaman guna dimakamkan bersama keluarga besarnya.
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, mengatakan pihaknya segera mengambil langkah setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Ketika kami menerima informasi bahwa keluarga mengalami kesulitan ekonomi dan tidak mampu membawa jenazah almarhumah ke tempat pemakaman di kampung halamannya, kami langsung mengambil langkah cepat. Ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan sekaligus bakti sosial Polri dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Irwan.
Sebelum proses pemulangan dilakukan, personel Ditpolairud memastikan seluruh dokumen administrasi, termasuk surat keterangan kematian, telah lengkap. Koordinasi juga dilakukan dengan keluarga dan pemerintah desa guna memastikan proses pemakaman dapat berjalan lancar setibanya jenazah di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Dengan menggunakan ambulans milik Ditpolairud Polda NTT, perjalanan menuju Desa Basmuti pun dimulai. Perjalanan ratusan kilometer itu menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Irwan menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial dan kemanusiaan.
“Polri harus hadir dalam setiap kesulitan masyarakat. Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan yang menyentuh sisi kemanusiaan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang sedang berduka,” katanya.
Menurutnya, momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata.
“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dengan hati. Kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Setelah menempuh perjalanan sejauh 147 kilometer, jenazah Nonia Nuban akhirnya tiba dengan selamat di Desa Basmuti dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Bagi keluarga almarhumah, bantuan tersebut menjadi secercah harapan di tengah suasana duka dan keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi. Sementara bagi Ditpolairud Polda NTT, perjalanan itu bukan sekadar mengantar jenazah, melainkan wujud pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di balik sirene ambulans yang mengiringi perjalanan tersebut, tersimpan pesan sederhana bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan saat masyarakat membutuhkan perlindungan hukum, tetapi juga ketika mereka memerlukan uluran tangan pada masa-masa paling sulit dalam hidup mereka.***









