TEROPONGNEWS.COM, SORONG – Prestasi membanggakan kembali datang dari Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Muhammad Fathul Yasir, putra dari prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di Kodim 1810/Tambrauw, Serka Yasir, berhasil mengharumkan nama daerah dan Indonesia setelah meraih Medali Emas pada ajang Indonesia Student Research Competition (ISRC) Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian terbaru dalam perjalanan panjang Fathul Yasir sebagai pelajar berprestasi di bidang penelitian dan karya ilmiah. Tidak hanya sukses di tingkat nasional, Fathul juga telah mencatatkan sejumlah prestasi bergengsi hingga tingkat internasional, menjadikannya salah satu generasi muda yang patut dibanggakan.
Ajang ISRC merupakan salah satu kompetisi penelitian pelajar yang mempertemukan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kompetisi tersebut, para peserta dituntut untuk mampu menghadirkan inovasi, gagasan kreatif, serta penelitian yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Di tengah persaingan yang ketat dengan para pelajar berbakat dari berbagai provinsi, Fathul Yasir mampu menunjukkan kualitas riset yang unggul sehingga berhasil meraih penghargaan tertinggi berupa Medali Emas. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelajar dari Papua Barat Daya mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.
Keberhasilan Fathul tidak diraih secara instan. Ia telah menapaki perjalanan panjang yang penuh kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar yang tinggi. Sejak beberapa tahun terakhir, ia aktif mengikuti berbagai kompetisi ilmiah dan terus mengembangkan kemampuan penelitian yang dimilikinya.
Pada tahun 2024, Fathul Yasir mulai menunjukkan potensinya dengan meraih Medali Perunggu pada ajang Natsfia Tingkat Nasional. Prestasi tersebut menjadi langkah awal yang membuka jalan baginya untuk terus berkembang dalam dunia riset dan penelitian ilmiah.
Kemudian pada tahun 2025, Fathul berhasil membawa nama Indonesia ke panggung internasional melalui Asean Science Project Competition (ASPC) yang diselenggarakan di Thailand. Dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara Asia Tenggara tersebut, Fathul berhasil meraih Grand Award Third Prize sekaligus Medali Perak, sebuah pencapaian yang membanggakan tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Indonesia.
Prestasi di Thailand tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan pelajar Indonesia, khususnya dari Papua Barat Daya, tidak kalah dengan pelajar dari negara-negara lain di kawasan ASEAN. Keberhasilan itu juga semakin memotivasi Fathul untuk terus mengembangkan kemampuan dan melakukan berbagai penelitian yang inovatif.
Puncaknya terjadi pada tahun 2026 ketika ia berhasil meraih Medali Emas pada ISRC di Bandung. Raihan tersebut melengkapi deretan prestasi yang berhasil dikumpulkannya dalam tiga tahun terakhir secara berturut-turut.

Keberhasilan putra Serka Yasir ini mendapat apresiasi dan kebanggaan yang besar dari keluarga besar Kodim 1810/Tambrauw. Prestasi tersebut menjadi cerminan keberhasilan pendidikan karakter, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang selama ini ditanamkan dalam lingkungan keluarga prajurit.
Komandan dan seluruh anggota Kodim 1810/Tambrauw turut menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Mereka menilai prestasi Fathul menjadi bukti bahwa anak-anak yang tumbuh di wilayah Papua Barat Daya memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional apabila mendapatkan dukungan, kesempatan, dan akses pendidikan yang memadai.
Selain mengharumkan nama keluarga dan satuan, keberhasilan Fathul juga membawa nama Kabupaten Tambrauw dan Provinsi Papua Barat Daya semakin dikenal melalui jalur prestasi akademik. Di tengah berbagai tantangan pembangunan pendidikan di wilayah timur Indonesia, pencapaian ini menjadi kabar baik yang menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia Papua terus berkembang dan mampu menghasilkan generasi muda yang berprestasi.
Prestasi yang diraih Fathul Yasir juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pelajar lainnya untuk tidak takut bermimpi besar. Melalui kerja keras, disiplin, kemauan belajar, serta dukungan keluarga dan sekolah, setiap anak memiliki kesempatan untuk mencapai prestasi terbaiknya.
Ke depan, Fathul diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan penelitian yang dimilikinya dan menjadi bagian dari generasi muda Indonesia yang mampu melahirkan berbagai inovasi bagi kemajuan bangsa. Sementara bagi para pelajar di Papua Barat Daya, keberhasilan ini menjadi pesan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi hingga tingkat dunia.
Dengan torehan Medali Perunggu tingkat nasional pada 2024, Medali Perak dan Grand Award Third Prize tingkat ASEAN pada 2025, serta Medali Emas tingkat nasional pada 2026, Muhammad Fathul Yasir telah membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi mampu mengantarkan seseorang meraih prestasi gemilang. Sebuah kebanggaan bagi keluarga, Kodim 1810/Tambrauw, masyarakat Tambrauw, Papua Barat Daya, dan Indonesia.






