PROBOLINGGO, TEROPONGNEWS.COM — Sejarah baru tercipta di Kabupaten Probolinggo. Untuk pertama kalinya, olahraga domino memiliki kepengurusan resmi dan sistem pembinaan atlet yang terorganisasi melalui ORADO. Momentum pelantikan pengurus sekaligus Kejuaraan Cabang (Kejurcab) yang diikuti peserta dari 24 kecamatan menjadi tonggak penting transformasi domino dari permainan rakyat menjadi olahraga prestasi yang diakui secara resmi.
Pelantikan Pengurus Cabang Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kabupaten Probolinggo berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan Kejuaraan Cabang ORADO di Villa Kentang, Kecamatan Sukapura, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pembinaan atlet domino secara terstruktur sekaligus membuka ruang kompetisi resmi bagi para pemain domino di Kabupaten Probolinggo.
Selama ini, domino dikenal luas sebagai permainan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Hampir di setiap daerah, permainan tersebut menjadi bagian dari aktivitas sosial warga, mulai dari warung kopi hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan. Namun melalui kehadiran ORADO, domino kini memasuki fase baru sebagai cabang olahraga yang menuntut kemampuan strategi, konsentrasi, kecermatan membaca permainan, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Wakil Bupati Probolinggo, Lora Fahmi, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebut pelantikan pengurus ORADO sebagai momentum penting bagi perkembangan olahraga daerah. Menurutnya, olahraga yang selama ini begitu dekat dengan masyarakat akhirnya memperoleh pengakuan dan wadah pembinaan yang jelas untuk berkembang menjadi olahraga prestasi.
“Hari ini saya diberi kesempatan untuk hadir di kegiatan pelantikan pengurus Cabang ORADO dan juga Kejurcab ORADO Kabupaten Probolinggo. Tentu ini sebuah kehormatan buat saya dan juga kebahagiaan tersendiri karena olahraga yang memang sudah biasa dikenal oleh masyarakat, hari ini resmi naik kelas,” ujarnya.
Menurut Lora Fahmi, keberadaan ORADO harus menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet domino berprestasi dari Kabupaten Probolinggo. Karena itu, ia berharap kepengurusan yang baru dilantik tidak hanya fokus pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga aktif melakukan pembinaan hingga ke tingkat desa dan kecamatan.
Ia menilai masih banyak potensi pemain domino yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo dan belum terwadahi secara maksimal. Dengan pembinaan yang terarah, para pemain tersebut memiliki peluang untuk berkembang menjadi atlet yang mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
“Kami berharap banyak pada pengurus Cabang ORADO ini agar terus bisa melakukan pembinaan ke tingkat bawah, sehingga kita bisa melahirkan atlet-atlet yang bisa berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua ORADO Kabupaten Probolinggo, Muchlis, menjelaskan bahwa setelah resmi dikukuhkan oleh pengurus provinsi, pihaknya langsung bergerak menjalankan program pembinaan atlet. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar Kejurcab yang diikuti peserta dari 24 kecamatan sebagai sarana penjaringan dan pemetaan kemampuan atlet domino.
Menurutnya, kejuaraan tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk mempersiapkan atlet-atlet domino yang mampu mengikuti berbagai kompetisi resmi di tingkat regional maupun nasional.
“Olahraga Domino Nasional Indonesia Kabupaten Probolinggo telah dikukuhkan oleh Pengurus Provinsi. Dan di saat yang bersamaan, kita mengadakan pembinaan atlet ORADO untuk Kejuaraan Cabang yang diikuti peserta dari 24 kecamatan,” terang Muchlis.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa ORADO membawa misi besar untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap permainan domino. Melalui organisasi yang legal, sistem kompetisi yang terukur, dan pembinaan yang berkesinambungan, domino diharapkan berkembang menjadi olahraga modern yang memiliki standar prestasi yang jelas.
Menurut Muchlis, domino bukan sekadar permainan hiburan. Di dalamnya terdapat unsur strategi, kemampuan analisis, pengambilan keputusan, hingga pengendalian emosi yang menjadi bagian penting dalam sebuah pertandingan.
Selain berorientasi pada prestasi, ORADO juga ingin menjadikan domino sebagai sarana memperkuat hubungan sosial masyarakat. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi wadah silaturahmi lintas generasi sekaligus mempererat persatuan dan kesatuan di Kabupaten Probolinggo.
“Sesuai dengan tagline ORADO, bagaimana menjadikan permainan domino naik kelas. Jadi, dari permainan tradisional masyarakat menjadi permainan yang lebih modern dan kompetitif. Sehingga nanti ORADO ini bisa menjadi wadah silaturahmi antar-pemuda, serta wadah mempererat persatuan dan kesatuan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.






