Makassar, TN – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih mengkaji Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), meski Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar masuk dalam zona merah.
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan, bagian PSBB telah dilakukan Pemprov Sulsel dalam menekan penyebaran virus corona seperti mengalihkan proses belajar lewat online, bekerja di rumah, social distancing atau physical distancing.
“Kita harus berhati-hati dalam memberlakukan PSBB karena Sulsel adalah penyangga pangan nasional, bagaimana kalau petani kita di rumahkan. bukan corona yang mematikan kita melainkan kelaparan karena tidak tersedia beras,” ungkap Nurdin Abdullah saat menggelar teleconference, Rabu (8/4).
Dia menyebutkan dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel, episentrum penyebaran Covid-19 adalah Makassar dan daerah penyangga seperti Maros dan Gowa, dan ini yang terus intervensi.
“Sekarang Gugus Tugas sedang melakukan pemetaan, termasuk melakukan strecing dan isolasi wilayah mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan maupun kecamatan,” sebut dia.












