Jakarta, TN – Walikota Sorong memberikan pengecualian terhadap sektor industri hulu migas, terkait pengoperasian bandara DEO yang dilakukan secara terbatas dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.
Untuk memobilisasi pekerja dan barang-barang kebutuhan obyek vital nasional itu, petugas bandara DEO masih memberikan akses.
“Kami berterima kasih kepada Walikota Sorong yang telah bekerjasama dengan kami, membuka Bandara Domine Eduard Osok (DEO) sehingga crew change dan pergerakan barang yang dibutuhkan oleh industri hulu migas di Sorong, tetap dapat dilaksanakan,” kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto di Jakarta, dalam siaran persnya yang diterima Teropongnews, Rabu, (15/4/2020).
Pernyataan ini disampaikan Dwi, menyusul dioperasikannya kembali bandara DEO, meski secara terbatas, dan diberikan akses secara khusus terhadap pekerja dan barang-barang kebutuhan sektor industri hulu migas.
Sebelumnya, wallikota mengeluarkan kebijakan melarang para penumpang yang turun dari pesawat di bandara DEO Sorong, masuk ke Kota Sorong jika tidak memiliki KTP Sorong. Bandara DEO dibuka untuk penumpang yang akan berangkat keluar Sorong, dan penumpang yang turun dengan KTP Sorong.












