TEROPONGNEWS.COM, SAMARINDA – Meski dinilai cukup aman karena curah hujan yang relatif masih tinggi dan minim titik api (hotspot), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tetap waspada terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Seperti sejumlah provinsi yang dalam posisi siaga darurat karhutla, Kaltim juga melakukan langkah-langkah antisipasi. Diantaranya, menyiapkan aplikasi dengan memanfaatkan teknologi informasi, untuk memantau titik-titik hotspot yang tersebar di daerah.
Bukan hanya itu, Kaltim juga sudah membentuk dan melatih Masyarakat Peduli Api (MPA) dengan jumlah personel sebanyak 1.339 orang. Sedangkan total sumber daya manusia untuk pengendalian karhutla di Kaltim berjumlah 2.548 personel.
Termasuk dari Dishut Kaltim dan UPTD Tahura sebanyak 354 personel, UPTD KLHK (Manggala Agni Kaltim) 105 personel dan Unit Manajemen 720 personel.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim, HM Jauhar Efendi menjelaskan, komunitas masyarakat peduli api ini tersebar di daerah-daerah.












