TEROPONGNEWS.COM, MERAUKE – Stasiun KIPM Merauke bersama Bea dan Cukai Merauke mengkhawal kegiatan ekspor perdana kepiting ke Negara Hongkong dengan jumlah yang dikirim sebanyak 450 ekor dalam sembilan box.
Ekspor kepiting asal Kabupaten Merauke dimulai sejak tahun 2019 lalu ke negara Singapore. Namun hingga akhir Maret 2020 kemarin sepat terhenti akibat pandemic Covid-19. Lockdown terjadi dimana-mana, akhirnya connecting pesawat untuk ekspor sangat tidak memungkinkan, permintaan dan harga juga menurun.
“Semoga ini awal yang baik untuk peningkatan perekonomian kita para pelaku usaha perikanan di Kota Merauke. Kita bersyukur pelaku usaha perikanan kita tahun 2021 ini mendapat tawaran permintaan Kepiting Bakau dari buyer di Hongkong,” ujar Pelaksana Koordinator Pengawasan, Pengendalian dan Informasi Stasiun KIPM Merauke, Firhansyah, Sabtu (27/03) di Bandara Mopah Merauke.
Ekspor perdana ini diharapkan hasilnya akan baik dan membuka peluang ekspor selanjutnya. Firhansyah mengatakan, kepiting yang dikirim bisa bertahan hidup sampai ke Hongkong. Cukup lama untuk sampai ke sana, sekitar 18-19 jam untuk sampai ke Hongkong dengan transportasi udara menggunakan Garuda Indonesia.






