TEROPONGNEWS.COM, SORONG- Rapat kerja (Raker) bupati/walikota se Papua Barat di kabupaten Sorong membahas isu-isu krusial terutama persolan pendidikan dan tata ruang wilayah di provinsi Papua Barat.
Menariknya, dalam pertemuan para kepala daerah se Papua Barat itu, sebuah pernyataan terkait penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang disebut bupati Teluk Bintuni turut dinikmati oleh Kelompok Teroris Separatis Bersenjata di wilayahnya.
“Kepala desa di daerah pedalaman terpaksa memberikan dana desa kepada kelompok teroris bersenjata yang beraksi di daerah tersebut karena diancam akan dibunuh jika tidak memberi,” ujar Petrus Kasihiw di hadapan Pj gubernur Papua Barat dan kepala daerah serta Forkopimda saat Raker bupati/walikota di gedung ACC kabupaten Sorong, Kamis (20/10/2022).
Ia pun berharap perhatian serius pihak Kepolisian maupun TNI sehingga masyarakat di daerah pedalaman kabupaten Bintuni dapat hidup dengan tentram dan juga ada pengawalan khusus terhadap para kepala kampung saat pencairan Dana Desa.












