Opini

Menuju Agama yang Semakin Ramah Lingkungan

×

Menuju Agama yang Semakin Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi agama di Indonesia

Oleh Denny JA, PhD

TEROPONGNEWS.COM, The greening of religions, agama yang semakin hijau, yang semakin pro dan ramah lingkungan hidup.  

Demikianlah terminologi yang ditulis oleh Lynn White, di tahun 2016, di jurnal akademik. Ia menggambarkan kecenderungan banyak agama kian  lama kian ditafsir untuk lebih ramah kepada lingkungan hidup.

 Ia melihat gejala lingkungan hidup saat  itu semakin lama semakin rusak, semakin dihancurkan. Itu tak lagi bisa diatasi semata-mata secara teknis belaka.

Kita harus menyelam lebih jauh lagi ke akar dari sebab-musabab itu. Dan sampailah kita tidak hanya pada filosofi lingkungan hidup. Tapi kita  juga tiba pada teologi lingkungan hidup.

Ini awal Lynn White membuat istilah the greening of religion’s hypothesis. 

Mari kita mulai dengan berita. Di tahun 1992, Deklarasi Rio yang diinisiasi  PBB sampai pada kesimpulan penting.

Bahwa pembangunan ekonomi hanya akan berkelanjutan jika disatukan dengan proteksi kepada lingkungan hidup. Latar belakangnya, saat itu di tahun 80an dan 90an, kita melihat hutan-hutan terbakar, polusi di air, polusi di udara. Penyakit lahir dari rusaknya aneka lingkungan hidup.



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!