TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Dampak hilirisasi nikel sangat dirasakan masyarakat Maluku Utara (Malut). Kehadiran perusahaan tambang yang terus mengesploitasi hasil kekayaan alam di Malut menimbulkan masalah baru yang dikeluhkan masyarakat salah satunya pencemaran lingkungan.
Dalam diskusi bertajuk “Daya Rusak Tambang Nikel di Indonesia” pada Jumat (3/5) salah seorang pemuda dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Maluku Utara Idlun Fiqri mengungkapkan keresahannya dampak akibat hilirisasi nikel di daerah asalnya.
Adlun Fiqri menyampaikan bahwa imbas pertambangan nikel tersebut nyata menyasar sumber air bersih bagi masyarakat sekitar. Ia menjelaskan bahwa sungai yang dulunya menjadi penopang kebutuhan sehari-hari kini tercemar.
” Sekitar 27 kilometer di belakang kampung kami itu tambang nikel ini bikin jalan howling melewati sungai kecil yang masuk dikawasan kars dan keluar di kampung kami. Bingung waktu itu bagaimana kondisi air,” ungkap Adlun.
Tak ingin berlarut dalam penderitaan, masyarakat sekitar segera mendesak penegak hukum dan pemerintah untuk melakukan investigas seluruh tambang nikel yang ada di Halmahera. Namun, hinggal enam bulan belum ada hasil investigasi itu.






