TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) meminta suntikan lewat penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp13,86 triliun untuk tahun anggaran 2025, yang akan digunakan untuk meningkatkan struktur permodalan perseroan dalam pembangunan jalan tol Trans Sumatera.
Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto memaparkan PMN sebesar Rp13,86 triliun itu akan digunakan untuk pembangunan ruas Jambi-Rengat sebesar Rp7,6 triliun, ruas Rengat-Junction Pekanbaru Rp5,8 triliun, dan perencanaan teknis jalan tol Trans Sumatera Tahap III Rp400 miliar.
“Manfaat dari PMN ini adalah untuk meningkatkan konektivitas di Pulau Sumatra sehingga mampu menurunkan waktu tempuh dan biaya transportasi,” ujar Budi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, dikutip Rabu (10/7/2024).
Hutama Karya telah menerima PMN dari 2015–2024 sebesar Rp131,1 triliun, yang seluruhnya digunakan untuk jalan tol Trans Sumatra. Per Juni 2024, dana PMN tersebut telah terserap Rp92,4 triliun.
Jalan tol Trans Sumatra saat ini telah beroperasi sepanjang 800 kilometer. Pelaksanaan pembangunan jalan tol Trans Sumatra sepanjang 2.854 km dibagi menjadi empat tahap.












