TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin merespons soal gerakan coblos tiga pasangan calon (paslon) dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024. Menurut dia, gerakan tersebut hanya bentuk kekecewaan dari pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Rasyid Baswedan.
Ujang meyakini hal itu sebagai gejala-gejala yang muncul sesaat. Apalagi, Anies sudah bersafari dengan menemui banyak partai politik guna mencari dukungan supaya bisa maju di Pilgub Jakarta, tetapi tidak berhasil.
“Coblos ketiganya atau coblos semua pasangan calon itu bagian dari kekecewaan, penolakan dari kubu Anies. Tapi bagi saya itu fenomena sesaat,” kata Ujang saat dihubungi, pada Jumat (20/9/2024).
Ujang menilai pada awalnya gerakan tersebut sejatinya berisikan kelompok yang menjual isu golongan putih (Golput) pada Pilkada Jakarta 2024. Dia melanjutkan, karena sifatnya yang semula sebagai bentuk kekecewaan lantas tidak laku untuk menggoyangkan pelaksanaan Pilkada 2024.












