TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Buruh Rivaldi Haryo Seno mengecam tindakan represif aparat kepolisian kepada massa aksi Revisi UU TNI di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pada Kamis (27/3/2025).
Aparat kepolisian terpaksa membubarkan massa menggunakan water cannon sekitar pukul 18.30 WIB setelah peringatan agar demonstran membubarkan diri tak diindahkan.
Semprotan air bertekanan tinggi membuat ratusan peserta aksi berhamburan.
“Protes penolakan RUU TNI diwarnai dengan tindakan represif, kriminalisasi dan penangkapan yang ugal-ugalan dari Kepolisian dan TNI. Tatkala tim medis, ambulance & wartawan menjadi sasaran,” ujar Rivaldi alam keterangan resminya, Sabtu (29/3/2025).
Rivaldi menjelaskan eskalasi massa aksi Revisi UU TNI tumbuh dari keresahan masyarakat yang kecewa dengan sistem demokrasi saat ini.
“Protes di berbagai daerah ini adalah organik ia tumbuh dengan nalar untuk menjaga demokrasi,” ungkapnya.
Adapun, gelombang demonstrasi penolakan UU TNI juga terus bergulir di berbagai daerah lain. Represi aparat terhadap massa aksi juga tercatat terjadi di sejumlah wilayah yang melakukan penolakan.












