TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Rupanya permasalahan pertambahan nikel di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya menyita perhatian publik sejagat raya, kabar terbaru suara lantang dan tegas berucap dari politisi perempuan asal Jawa Timur yang saat ini duduk di Komisi VII DPR RI Novita Hardini.
Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan penolakannya terhadap aktivitas pertambangan nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Politisi PDI-P itu menyebut praktik tambang di kawasan tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap regulasi dan ancaman nyata terhadap salah satu ekosistem laut terkaya di dunia.
“Raja Ampat bukan kawasan biasa. Ini adalah salah satu surga biodiversitas laut dunia yang sudah diakui UNESCO sebagai Global Geopark. Kawasan ini bukan tempat yang bisa dikompromikan untuk kegiatan pertambangan. Jangan rusak kawasan ini hanya demi mengejar hilirisasi nikel,” ujar Novita dikutip dari jdih.dpr.go.id, Rabu (4/6/2025).
Dijelaskannya Kabupaten Raja Ampat terdiri dari lebih dari 610 pulau, yang menjadi habitat bagi sekitar 75 persen spesies laut dunia, termasuk 540 jenis karang dan lebih dari 1.500 spesies ikan. Namun, sejumlah pulau kecil di kawasan tersebut kini telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel, bahkan sebagian telah aktif ditambang.






