TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Guru Besar Departemen Ekonomi sekaligus Ekonom dari Universitas Andalas (Unand) Prof. Dr. Syafruddin Karimi mengatakan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyerang situs nuklir utama Iran yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan, telah memicu lonjakan ketegangan geopolitik dan menebarkan kepanikan di pasar global.
Ia menyoroti pidato Trump yang menyebut serangan militer AS itu sebagai “kesuksesan militer spektakuler” dan memperingatkan akan ada serangan lanjutan jika Iran tidak segera menyepakati perdamaian.
Menurut dia, ketegangan ini memperkeruh sentimen investor, memperkuat permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS dan emas, serta memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.
Akibat langsungnya, kata Syafruddin, pasar saham global menghadapi tekanan jual yang besar. Sementara nilai tukar dolar AS menguat dalam jangka pendek karena lonjakan permintaan.
“Namun, penguatan ini membawa konsekuensi serius. Harga minyak yang melonjak memperbesar tekanan inflasi global dan mempersempit ruang kebijakan moneter banyak negara,” kata Syafruddin dalam keterangan resmi dikutip Senin (23/6/2025).












