TEROPONGNEWS.COM, TAMBRAUW – Gelombang kekecewaan kembali mencuat dari masyarakat adat di Kabupaten Tambrauw. Perwakilan tokoh adat dan tokoh masyarakat dari 11 distrik dan 97 kampung, Dominggus Kasi, angkat bicara terkait situasi yang kian memanas akibat pemalangan jalan dan fasilitas umum di sejumlah titik.
Dominggus menyebut bahwa pemalangan yang dilakukan belakangan ini tidak bisa dibiarkan terus berlangsung tanpa kejelasan penyelesaian. Menurutnya, masyarakat sudah berusaha menyampaikan keluhan dan keresahan secara baik-baik kepada pihak-pihak terkait. Bahkan pertemuan resmi telah digelar bersama Kapolres Tambrauw, Dandim, dan Pemerintah Daerah. Namun sayangnya, belum ada langkah nyata yang diambil.
“Kami sudah bertemu langsung dengan aparat keamanan dan pihak pemerintah. Kami bicara terbuka, sampaikan semua keluhan dan permintaan masyarakat. Tapi hingga hari ini, kami belum melihat ada tindakan yang tegas dan solutif. Kami sangat kecewa,” ujar Dominggus saat ditemui di Kota Sorong, Minggu (29/6).






