DaerahEkonomi

Tiga Tahun, OJK NTT Sasar 18 Ribu Perempuan dalam Program Literasi Keuangan

×

Tiga Tahun, OJK NTT Sasar 18 Ribu Perempuan dalam Program Literasi Keuangan

Sebarkan artikel ini

TEROPONGNEWS.COM, MALANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi kelompok perempuan dan kelompok marginal di wilayah 3T. Dalam tiga tahun terakhir, OJK NTT mencatat 185 program literasi keuangan yang secara khusus menyasar perempuan, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Hal tersebut disampaikan Donna Bella Permata Rissi, Manajer Madya PEPK & LMS OJK Provinsi NTT, dalam kegiatan Media Gathering Media di Hotel The Alana, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (8/12).

Dona menjelaskan bahwa sejak 2023 hingga 2025, tercatat 18.125 perempuan di seluruh NTT telah mengikuti program literasi dan inklusi keuangan. Meski demikian, angka tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan NTT yang mencapai sekitar 2 juta jiwa.

“Rasio ini tentu masih jauh. Karena itu program literasi dan inklusi keuangan untuk perempuan tidak akan berhenti tahun ini. Kelompok perempuan adalah salah satu dari 10 segmen prioritas OJK, karena mereka termasuk kelompok rentan secara sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Selanjutnya, Dona mengatakan, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 menunjukkan kabar menggembirakan. Untuk pertama kalinya, indeks literasi perempuan di NTT melampaui laki-laki, yakni 66,75% dibandingkan laki-laki 64,14%. Begitu pula dengan indeks inklusi keuangan, perempuan berada di angka 76,08%, lebih tinggi dari laki-laki yang berada di 73,97%.

Meski begitu, masih terdapat gap 9,3% antara literasi dan inklusi keuangan perempuan. Menurut Dona, selisih ini setara dengan tantangan besar dalam memberikan pendampingan dan akses keuangan yang merata.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, OJK NTT menerapkan program pendampingan dari level dasar hingga lanjutan. Program mencakup edukasi dasar, fasilitasi akses keuangan, hingga pendampingan agar perempuan mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan mereka.

“Pendekatan ini kami jalankan hingga ke desa-desa agar perempuan bisa mandiri secara finansial,” jelasnya.

Selain menyasar perempuan, OJK juga memperkuat literasi untuk kelompok pelajar. Melalui Gerakan Indonesia Menabung, OJK menargetkan bahwa pada tahun 2045, sebanyak 90% pelajar di NTT memiliki minimal satu rekening tabungan. Program ini menjadi fondasi penting dalam membangun kebiasaan dan budaya keuangan sejak dini.

Untuk mendorong hal ini, OJK menyediakan Learning Management System (LMS) Edukasi Keuangan, sebuah platform pembelajaran gratis yang berisi 11 modul literasi keuangan. Pelajar yang menyelesaikan modul dan mencapai nilai di atas 980 akan otomatis mendapatkan sertifikat resmi OJK, yang dapat menjadi nilai tambah saat melamar magang atau pekerjaan di sektor keuangan.

OJK NTT menegaskan bahwa upaya literasi keuangan tidak dapat dilakukan sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan media sangat dibutuhkan.

“Kami berharap para jurnalis dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadi perpanjangan tangan OJK. Generasi NTT harus menjadi generasi yang melek keuangan, mandiri, dan mampu berkembang mengikuti perubahan zaman,” tutupnya.



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!