Berita

Akibat TKD Dikurangi, Pemkot Ambon Berlakukan Kerja Bergilir dan Potong TPP

×

Akibat TKD Dikurangi, Pemkot Ambon Berlakukan Kerja Bergilir dan Potong TPP

Share this article
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat memimpin apel pagi, yang berlangsung di Kantor Balai Kota Ambon, Senin (15/12/2025). Foto-Ist/TN

AMBON, TEROPONGNEWS.COM – Lantaran Transfer ke Daerah (TKD) mengalami pengurangan yang menyebabkan tekanan keuangan, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menerapkan kerja bergilir, untuk ASN dan memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) setengahnya, dengan janji pelayanan publik tetap lancar.

Langkah ini ditujukan untuk menghemat anggaran, tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik. Demikian disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat apel pagi, yang berlangsung di Kantor Balai Kota Ambon, Senin (15/12/2025).

“Kita tidak bisa hanya mengeluh terhadap keterbatasan fiskal, tapi harus beradaptasi dengan cara yang realistis,” ujar Wali Kota.

Dampak langsung dari pengurangan TKD adalah penurunan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang signifikan, dari alokasi tahunan Rp78 miliar menjadi hanya Rp39 miliar.

Untuk menyeimbangkan hal ini, Pemkot Ambon menerapkan skema kerja bergilir bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan sistem dua shift.

“Dalam satu minggu, sebagian pegawai akan bekerja di kantor selama tiga hari dan melakukan kerja dari rumah (WFH) selama dua hari, kemudian bergantian dengan kelompok lain di minggu berikutnya,” kata dia.



📢 Dapatkan Berita Lugas, Kupas Tuntas dengan Analisis Tegas, dan Informasi Tanpa Batas! Ikuti Teropong News di Google News dan tekan tanda bintang ⭐ agar tidak ketinggalan berita terbaru.

📲 Untuk update langsung di WhatsApp, ikuti channel resmi kami di sini dan aktifkan notifikasi 🔔 sekarang juga!