TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dino Patti Djalal mencurigai ada maksud terselubung di balik pembentukan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang sarat akan kontroversi.
Dino pun mulanya terpantik dari pernyataan yang telah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono melalui media sosial Instagram resmi terkait masuknya RI dalam Dewan Perdamaian, yang dinilainya abstrak. Padahal, itu merupakan penjelasan resmi Menlu Sugiono untuk diketahui publik, khususnya masyarakat Indonesia.
“Terima kasih atas penjelasan @Menlu_RI re Dewan Perdamaian, namun saya lihat penjelasan beliau terlalu abstrak & normatif terhadap masalah yang kontroversial, sangat rumit & pastinya penuh ranjau,” kata Dino dikutip dari akun x/@dinopattidjalal pada Minggu (25/1/2026).
Menurut Dino, sebagai negosiator Indonesia untuk Dewan Perdamaian, maka Menlu Sugiono perlu memberikan penjelasan lebih mendalam, seperti apa hak dan kewajiban Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian bentukan Trump dan apakah prinsip kesetaraan dijamin bagi negara yang sudah bergabung dalam BoP.












