TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Saat ini, Kampus tidak lagi boleh berdiri di menara gading. Ia harus turun ke gelanggang, membaca denyut zaman, dan menjelma menjadi simpul perubahan.
Kalimat tersebut menggema di Aula Syaikhona Muhammad Kholil, Universitas Trunojoyo Madura, Jumat (20/2), saat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi memberikan arahan strategis kepada sivitas akademika dengan tema “Transformasi Ekosistem Akademik Menuju Kampus Adaptif, Unggul, dan Berdampak”. Pertemuan ini menjadi ruang reflektif sekaligus proyeksi masa depan pendidikan tinggi Indonesia di tengah pusaran disrupsi global.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, menegaskan bahwa Indonesia tengah memasuki fase yang dinamis menuju Indonesia Emas 2045, di mana kualitas talenta menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Perguruan tinggi tidak lagi cukup berfokus pada keunggulan akademik semata, melainkan harus menjadi pusat transformasi sosial, ekonomi, dan budaya.












