Probolinggo, TERPOTONGNEWS.COM — Remaja 19 tahun itu baru saja pulang mancing dari Sungai Rondo Ningo — jari-jarinya terluka, keponakannya yang masih 10 tahun masih duduk di jok — namun dua orang berbaju hitam dan putih tetap berusaha merampas sepeda motornya di pinggir Jl. Ir. H. Juanda, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan. Malam itu, perjuangan Irfan Adi Agusti berakhir di meja mediasi Polsek Kraksaan, dengan motor kembali dan jabat tangan yang menutup ketegangan.
Peristiwa yang dialami Irfan Adi Agusti (19), warga Desa Jambangan, Kecamatan Besuk, itu terjadi pada Sabtu sore (9/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Irfan baru pulang memancing dari kawasan Sungai Rondo Ningo, di wilayah barat kampus UNZAH, bersama keponakannya, Muhammad Rama Muarrif (10).
Mereka melaju menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam tahun 2017 menuju arah timur. Namun setibanya di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, perjalanan keduanya mendadak berubah mencekam.
Menurut keterangan Irfan, dua pria tak dikenal memepet kendaraan yang dikendarainya hingga ke pinggir jalan arah utara. Keduanya kemudian menggiring Irfan masuk ke sebuah gang di sisi timur Indomaret yang disebut mengarah ke rumah Sahla Riyadi, sosok yang dikenal sebagai koordinator debt collector wilayah Kraksaan.






