TEROPONGNEWS.COM, KOTA BEKASI – Camat Medan Satria beserta jajaran dan instansi terkait baru-baru ini melakukan penertiban bangunan liar (bangli) di beberapa lokasi strategis, seperti sepanjang saluran dan jalan Pangeran Jayakarta, Jalan Kalibaru Timur, kawasan Kampung Pintu Air, serta bantaran Kali Kapuk di depan Pasar Family. Kegiatan ini bertujuan mengembalikan fungsi lahan demi meningkatkan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan (K3) lingkungan serta mengantisipasi risiko banjir.
Dalam pelaksanaan penertiban, pihak kecamatan melibatkan peran aktif seluruh komponen masyarakat, khususnya para Ketua dan Pengurus RW/RT serta tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga K3 di lingkungan masing-masing.
Camat Medan Satria, Widi Tiawarman, bersama Dinas Tata Ruang Kota Bekasi juga telah melakukan pemetaan wilayah penertiban sebagai langkah awal perencanaan pembangunan yang lebih terarah. Upaya ini sejalan dengan visi Kota Bekasi, yaitu “Semakin Nyaman Kotanya, Semakin Sejahtera Warganya”.
Widi menjelaskan bahwa sekitar 400 bangunan liar yang mayoritas berupa rumah tinggal permanen berdiri di atas tanah milik PJT II, khususnya di sisi saluran irigasi Gempol, Kelurahan Medan Satria, mulai dari kawasan Alexindo hingga perbatasan Daerah Khusus Jakarta. Bangunan tersebut telah ada lebih dari 20 tahun dan berada di jalur inspeksi saluran irigasi yang diawasi langsung oleh PJT II.
Kecamatan dan kelurahan pun terus berkoordinasi dengan PJT II untuk menjaga kondusifitas, termasuk meminta data warga pemegang Surat Izin Pemanfaatan Lahan (SIPL). Menurut Widi, banyak bangunan yang melanggar ketentuan SIPL atau bahkan SIPL-nya sudah tidak berlaku.
“Sebagai langkah awal, kami akan melakukan koordinasi dan tindak lanjut berdasarkan kesepakatan kerjasama yang telah ditandatangani Wali Kota Bekasi dengan Direktur PJT terkait pengelolaan tanah PJT II di Kota Bekasi,” ujar Widi.
Ke depan, tanah yang selama ini digunakan sebagai jalur inspeksi irigasi ini direncanakan akan dipergunakan untuk pembangunan jalan baru guna mengurangi kemacetan dan beban lalu lintas di Jalan Sultan Agung.












