TEROPONGNEWS.COM, JAKARTA – Dugaan pencemaran udara yang konon dilakukan cerobong asap sebuah pabrik mengeluarkan asap hitam setiap harinya. Diduga asap dari PT Bina Karya Prima di kawasan RT 004/04 Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, itu menimbulkan pencemaran udara bagi warga sekitar.
Seorang warga sekitar pabrik tersebut juga mengkhawatirkan pencemaran dari asap hitam pabrik yang memproduksi minyak goreng dan sabun serta lainnya itu. “Bisa saja menimbulkan beberapa penyakit,” ujar lelaki warga asli Kaliabang itu. Dia meminta jati dirinya tidak disebutkan.
Ketika wartawan melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan tersebut, seorang karyawan di lokasi pabrik PT BKP, menganjurkan wartawan agar konfirmasi ke kantor pusat PT BKP di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Camat Bekasi Utara, Iwan, mengaku belum mendapat laporan akan adanya pencemaran udara dari cerobong PT BKP. Setelah mencatat informasinya, dia berjanji akan melakukan pengecekan ke lapangan.
Di kantor pusat PT BKP di Gedung The Prime, Kamis (9/4/2026), resepsionis bernama Apri menginformasikan bahwa yang berwenang memberi penjelasan terkait cerobong asap sedang rapat di luar kantor PT BKP. Apri kemudian memberikan nomor kontak Legal PT BKP, Irzan Dalimunte.
Sewaktu wartawan memperkenalkan diri lewat WA, Irzan menyambut baik. Namun saat ditanyakan perihal cerobong yang mengeluarkan asap hitam, Irzan Dalimunte memilih diam atau tidak memberikan penjelasan atau komentar apapun.
Berdasarkan Undang Undang (UU) No: 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lingkungan dan Penggelolaan Lingngkungan Hidup (PPLH) yang diubah menjadi UU No: 2023 tentang Cipta Kerja, diatur pelaku pencemaran yang dilakukan (perusahaan/individu) dengan sanksi pidana dan denda miliaran rupiah atau sanksi administratif.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Gakkum juga mengisyaratkan cerobong pabrik tidak boleh sampai mengeluarkan asap berwana hitam.
Alasannya, ada partikel-partikel berbahaya bagi kesehatan manusia, apalagi kalau sampai secara kasat mata terlihat asapnya hitam pekat. Hal itu menunjukkan ada alat di cerobong pabrik tersebut yang tidak dipasang, baik alat kontrol penghitung karbon dan lainnya, serta water scrubber untuk limbahnya. ***












